Example floating
Example floating
TRENGGALEK

Evaluasi Kritis DPRD Trenggalek; Anggaran Terbatas, Inovasi Minim, Net Zero Carbon Terancam

A. Daroini
×

Evaluasi Kritis DPRD Trenggalek; Anggaran Terbatas, Inovasi Minim, Net Zero Carbon Terancam

Sebarkan artikel ini
Evaluasi Kritis DPRD Trenggalek, Anggaran Terbatas, Inovasi MinimNet Zero Carbon Terancam

Rapat kerja Komisi I DPRD Trenggalek dengan OPD mitra, menyoroti capaian kinerja, efisiensi anggaran, dan kritik terhadap perencanaan yang rutin.

Trenggalek, Memo

Baca Juga: Arena Sabung Ayam Muncul Lagi di Trenggalek, Warga Resah: Dekat Masjid, Ramai Sampai Larut


Sebuah kritik tajam meluncur dari Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek dalam rapat kerja bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra, termasuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) serta Bagian Hukum Setda Trenggalek. Fokus utama rapat: menganalisis capaian kinerja tahun 2025 dan menyinkronkan rencana kerja tahun 2026, khususnya terkait evaluasi permasalahan dan penganggaran.

Ketua KoKomisi I DPRD TrenggalekMuh Husni Tahir Hamid, menegaskan bahwa efektivitas pembangunan daerah sangat bergantung pada sinkronisasi antara masalah riil di lapangan dengan perencanaan dan evaluasi kinerja OPD.

Baca Juga: Sudah Pernah Ditutup, Arena Judi Trenggalek Kembali Buka Seolah Tanpa Takut

Husni Tahir Hamid menekankan bahwa pembahasan bukan lagi soal besaran angka, melainkan efektivitas dan hasil konkret. “Kita tidak bicara angka sekarang. Kalau kemarin dapat sekian, apa hasilmu? Terus yang tahun depan kamu mau cari apa, dengan jawaban ini-ini. Tapi anggarannya kok itu-itu saja,” kritiknya, menyoroti minimnya inovasi dan fokus pada kegiatan rutin yang tidak selalu menjawab permasalahan utama.

Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan fiskal daerah. Husni menegaskan bahwa dengan anggaran yang terbatas, setiap rencana kegiatan OPD harus melalui efisiensi dan evaluasi mendalam. Paradigma “anggaran itu-itu saja” tanpa hasil signifikan dianggap tidak lagi relevan.

Baca Juga: DPRD Trenggalek dan FKB Syukuran Penganugerahan Pahlawan Gus Dur

Pada pembahasan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Komisi I menilai capaian kinerja masih “biasa-biasa saja.” Meskipun target diklaim mendekati 100 persen, Husni menyoroti adanya permasalahan yang belum terselesaikan namun dianggap rampung dalam laporan.

“Misalnya, ada 1.000 orang yang belum terselesaikan, harusnya ditambah 2 persen untuk mengimbanginya. Tapi faktanya tidak. Sehingga asumsi kita, pegawai yang ada itu dianggap cukup, padahal masih keteteran,” jelas Husni.