Karenanya, untuk mengoptimalkan pencapaian suara, penyeleksian legislatif mainkan peranan penting. ”Karena itu, kami harus mengambil calon legislatif yang kredibel, berkualitas,” ucapnya.
Saat menentukan calon legislatif, ada beberapa tanda. Mulai pengajaran sampai ketokohan. Walau diakui, ia memperjelas jika faktor “isi kantong” bukanlah hal yang utama.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Disamping itu, lanjut Gus Choi, Nasdem akan berusaha cari calon legislatif dari kelompok milenial. Yakni, mereka yang berumur 40 tahun ke bawah. Ingat, salah satunya segmentasi pemilih yang besar pada 2024 tiba dari angkatan muda.
Ia cukup optimis Nasdem dapat menggandeng anak-anak muda. Apa lagi, bappilu dipegang langsung oleh Prananda Surya Paloh yang notabene pemuda. Umurnya baru 33 tahun.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Pria dari Gresik itu mengutarakan, dalam kampanye akan ada taktik lintasi dapil. Calon legislatif muda dengan reputasi atau ketokohan yang bagus harus menolong di luar dapilnya. ”Membantu dapil lain dalam kerangka angkatan milenial. Saat jadi (dipilih, Red) di Senayan, kan sebagai wakil semua Indonesia,” katanya.












