Eduqat, kata Jourdan, didirikan sebagai startup edutech dengan aspirasi global. Ini adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan para guru, pendidik, dan pencipta konten edukasi dari Indonesia, dan mengajak mereka mulai berpikir untuk go global, karena pasarnya besar di luar sana.
“Melalui Eduqat, kami juga ingin mendukung pertumbuhan ekonomi kreator Indonesia,” kata Jourdan.
Baca Juga: Ekonomi Kreator Melejit di Tengah Badai PHK dan Tekanan Global, Influencer Jadi Raja Pemasaran Baru!
Menurutnya, Indonesia merupakan pasar pertama Eduqat, dan dalam waktu dekat mereka akan meluncurkan platformnya untuk pasar internasional, dimulai dari Singapura.
Eduqat menggandeng Stripe sebagai sistem yang dapat mengelola pembayaran secara internasional – dukungan dari payment gateway yang memungkinkan para penggunanya, yakni guru, edukator dan kreator konten, menerima pembayaran dalam berbagai mata uang.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen di Deklarasi Digital ASEAN: Masa Depan Ekonomi Digital Triliunan USD
“Kami pikir Stripe adalah pilihan terbaik. Dengan dukungan Stripe, Eduqat dapat memfasilitasi pembayaran kartu dan transfer bank. Kami juga dapat menerima mata uang dari berbagai negara yang berbeda, termasuk Rupiah, SGD (Singapore Dollar) dan USD (United States Dollar) – yang kemungkinan besar akan menjadi mata uang yang paling populer di antara target audiens pengguna kami. Hal ini akan menguntungkan guru, edukator, dan kreator konten Indonesia yang ingin masuk ke pasar internasional,” kata Jourdan.
Dia menjelaskan, “Eduqat mengimplementasikan Stripe Connect untuk memudahkan penggunanya mendaftarkan diri ke dalam platform dan mengelola tagihan.”
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik












