Blitar, Memo.co.id
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Bupati Blitar, Rijanto, menyampaikan visi dan misi kepemimpinannya untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Blitar di berbagai sektor. Dalam penyampaiannya, Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat guna mewujudkan Blitar yang berdaya dan berjaya.
Baca Juga: Suami di Blitar Tega Aniaya Istri Muda Akibat Cemburu Buta Live TikTok
Bupati Rijanto mengawali pidatonya dengan merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, yang telah diubah dengan Perpres Nomor 13 Tahun 2025. Dalam pasal 13 ayat (7) disebutkan bahwa serah terima jabatan kepala daerah harus dilakukan di ibu kota daerah masing-masing paling lambat 14 hari setelah pelantikan.
Selain itu, Bupati juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Kabupaten Blitar, salah satunya adalah pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang selama periode 2021–2024 rata-rata hanya mencapai 0,91% per tahun, menempatkan Kabupaten Blitar pada posisi ke-24 di Jawa Timur.
Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029
“Kami sadar bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi COVID-19, di mana pada saat itu pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5%,” ujar Bupati Rijanto.
Selain itu, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Blitar selama lima tahun terakhir mengalami fluktuasi dengan deviasi sekitar 1% setiap tahun. Sementara itu, target tingkat kemiskinan pada tahun 2045 ditetapkan antara 0,6% hingga 0,18%.
Baca Juga: Ratusan Massa GPI Demo PN Blitar, Soroti Dugaan Rekayasa Hukum
Bupati Rijanto menegaskan bahwa Kabupaten Blitar memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, seperti Jalur Pantai Selatan (Pansela), sektor pertanian, pariwisata alam, serta UMKM unggulan.
“Jika potensi ini dikelola dengan baik, Kabupaten Blitar dapat menjadi daerah yang berdaya saing di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional,” tambahnya.
Dalam rangka mencapai pembangunan yang optimal, Bupati Rijanto mengusung visi “Kabupaten Blitar Berdaya dan Berjaya”. Menurutnya, visi ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Blitar agar semakin dikenal luas serta mampu berperan dalam berbagai sektor secara maksimal.
“Kami ingin Blitar kembali kawentar (terkenal), mampu bersaing di berbagai tingkatan, serta memanfaatkan seluruh potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Bupati Rijanto merancang empat misi utama dengan strategi yang konkret:
1. Membangun Generasi Muda yang Berkualitas dan Sejahtera
Bupati menekankan pentingnya meningkatkan kualitas generasi muda dengan layanan pendidikan dan kesehatan yang baik. Beberapa kebijakan yang akan diimplementasikan, antara lain:
• Fokus pada penuntasan wajib belajar 13 tahun.
• Pemberian insentif untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan peserta didik PKBM.
• Beasiswa pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi.
“Kita ingin generasi muda Blitar tumbuh menjadi individu yang berpendidikan, sehat secara jasmani dan rohani, serta memiliki akhlak yang baik,” ungkap Bupati.
2. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Dalam misi kedua, Bupati menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang didukung oleh infrastruktur yang mantap dan berwawasan lingkungan. Kebijakan yang akan dijalankan mencakup:
• Insentif bagi investor untuk mendorong investasi di daerah.
• Menumbuhkan wirausaha muda pemula agar sektor UMKM berkembang.












