Example floating
Example floating
NGANJUK

Dorong UMKM Bangkit, BAZNAS Nganjuk Salurkan Bantuan Modal Usaha Di Kecamatan Pace

Mulyadi Memo
×

Dorong UMKM Bangkit, BAZNAS Nganjuk Salurkan Bantuan Modal Usaha Di Kecamatan Pace

Sebarkan artikel ini

“Bantuan ini bukan sekadar santunan, tapi sebagai investasi sosial agar masyarakat bisa bangkit secara mandiri. Harapannya, penerima bantuan dapat memanfaatkannya untuk memperluas usaha dan meningkatkan penghasilan,” ujarnya dalam sambutan didepan calon Penerima Bantuan Modal UMKM di Desa Pace Kulon dan Desa Plosoharjo Kecamatan Pace.

Bantuan diberikan kepada warga dari berbagai latar belakang usaha, mulai dari kuliner, jasa, hingga kerajinan tangan. Total ada 36 penerima manfaat yang telah melalui proses seleksi oleh BAZNAS Nganjuk berdasarkan kriteria ekonomi dan keberlanjutan usaha.

Baca Juga: Tragedi Wanita Muda di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Meninggal Dunia di Area Belakang Rumah

Kepala Pelaksana BAZNAS Nganjuk, Muhammad Dain Arif, menyampaikan bahwa pemberian modal usaha ini merupakan wujud nyata peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang mendukung pengurangan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial di daerah.

“Penyaluran ini adalah bentuk konkret dari fungsi zakat produktif. Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dikelola mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil,” tegas Dain.

Baca Juga: Uang Kompensasi Debu Sebulan Ngeblong, Warga Ngepeh Stop Ratusan Armada Pengangkut Hasil Tambang

Sebelumnya, dalam road show yang sama, BAZNAS juga menggelar aksi sosial di beberapa lokasi lain. Di Desa Katerban, Kecamatan Baron, Ketua BAZNAS Nganjuk DR. H. Zainal Arifin bersama Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Hj. Sri Wahyuni, menyerahkan santunan kepada dua balita yang mengalami gangguan kesehatan serius, salah satunya akibat kelumpuhan pasca-imunisasi.

Masih di hari yang sama, rombongan juga mengunjungi Puskesmas Prambon untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa dua anak dari Desa Tanjungtani. Salah satu anak meninggal dunia, sementara yang lainnya masih menjalani perawatan. Santunan dan pendampingan psikologis diserahkan langsung oleh pihak BAZNAS dan TP PKK. ( Adi)

Baca Juga: Kesal Tidak Diadopsi Program DD,Warga Dua Dusun Di Desa Ngringin Pilih Membangun Gunakan Dana Swadaya