Example floating
Example floating
Daerah

DINSOS BLITAR KESULITAN GELAR PELATIHAN KERJA

A. Daroini
×

DINSOS BLITAR KESULITAN GELAR PELATIHAN KERJA

Sebarkan artikel ini

pelatihan kerja dinsos

Blitar, Memo.co.id – Karena minimnya anggaran, tenaga pelatih serta lembaga pelatihan membuat Dinas Sosial Kabupaten Blitar banyak bergantung pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Sosial dalam memberikan pelatihan ketrampilan kepada masyarakat. Dikonfirmasi terkait hal itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar Romelan membenarkannya. Ia mengatakan, untuk pelatihan kerja pihaknya terus berkordinasi dan meminta bantuan kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Sosial.

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

“Ini karena warga yang membutuhkan pelatihan itu jumlahnya banyak, anggaran kami terbatas sehingga bantuan Pemprov multak diperlukan,” kata Romelan, Jumat (8/4).

Menurutnya, untuk Kabupaten Blitar pelatihan dari Pemprov dilakukan di Balai Latihan Lembaga Pelatihan Pemerintah (Unit Pelaksana Teknis Pusat) yang berada di bawah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, dan Balai Latihan Kerja Industri BLKI Singosari Malang.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

“Alat- alat di BLKI lebih lengkap jika dibandingkan yang dimiliki Kabupaten Blitar , khususnya di bidang Elektronika, Otomotif, Teknik Mekanik Logam, Las, Bangunan, dan Tata Niaga,” imbuhnya.

Selain itu untuk pelatihan ketrampilan pada para penyandang disabilitas tunanetra, Dinsos juga masih bergantung pada Kementerian Sosial dengan bekerjasama dengan salah satu panti pijat di Bali bernama panti Mahatmia milik Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Banjir Berkah Program Spesial Ramadan 1447 H Bank Jatim Iftar Eksklusif KMG Berhadiah Umroh Hingga KPR Bunga 364 Persen Untuk Nasabah

” Kementian Sosial yang membantu memberikan pembinaan dan pembelajaran berupa pelatihan keterampilan memijat kepada 30 penyandang tunanetra dari 100 lebih penyandang tunanetra Kabupaten Blitar yang kami daftarkan”, Jelas Romelan.

Pemberian pelatihan bertujuan agar para penyandang tunanetra bisa memiliki ketrampilan seperti orang normal khusus yang kiranya dapat dijadikan penyambung hidup jika ada para penyandang yang menggunakan ketrampilan ini sebagai pekerjaan.

Pada tahap selanjutnya Dinsos juga akan mengusulkan pemberian pelatihan kepada para penyandang disabilitas lainya tergantung kuota yang di berikan dan kecukupan anggaran yang ada.

Romelan menambahkan, meski banyak yang tergantung pada Pemerintah pusat dan Provinsi, beberapa pelatihan juga dilakukan pihak Dinas Sosial Kabupaten Blitar secara mandiri.