Kementerian Perindustrian juga ikut memberikan penjelasan terkait kritik tersebut. Mereka menegaskan bahwa fokus hilirisasi seharusnya pada nilai tambah ekonomi yang dihasilkan, bukan hanya pada kepemilikan perusahaan smelter.
Dampak positif hilirisasi juga terlihat dari investasi yang telah dilakukan, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya program hilirisasi, nilai tambah ekonomi dari nikel juga semakin meningkat. Proses hilirisasi mengubah nilai tambah dari bijih nikel menjadi produk-produk seperti Nikel Pig Iron (NPI), Ferronikel, hingga Nikel Matte.
Nilai tambah ini semakin meningkat ketika produk hilir semakin kompleks, seperti bahan baku baterai lithium. Karena itu, pemerintah menekankan bahwa ekspor produk hilir nikel memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar daripada ekspor bahan mentah.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Dalam konteks ini, kinerja logam dasar, termasuk hasil hilirisasi nikel, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Data menunjukkan bahwa subsektor logam dasar memiliki pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
Ini membuktikan bahwa program hilirisasi memberikan manfaat nyata bagi ekonomi nasional dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor ini.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer
Dalam kesimpulannya, kritik terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang dilakukan oleh Presiden Jokowi memiliki beragam tanggapan dan penjelasan dari berbagai pihak terkait. Meskipun terdapat pandangan yang berbeda, pemerintah dan beberapa lembaga merasa bahwa program hilirisasi telah memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia, dengan meningkatkan nilai tambah ekonomi, investasi, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap pertumbuhan daerah.
Hilirisasi Nikel dan Dampaknya terhadap Ekonomi Indonesia: Kritik, Tanggapan, dan Kontribusi Nyata
Dalam menjawab kritik terhadap kebijakan hilirisasi nikel, terlihat tanggapan yang jelas dari pemerintah dan lembaga terkait. Mereka menggarisbawahi pentingnya melihat nilai tambah ekonomi yang dihasilkan oleh hilirisasi, serta kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan daerah dan nasional.
Data menunjukkan bahwa nilai tambah ekonomi dari nikel melalui proses hilirisasi telah membawa dampak positif, mulai dari peningkatan penerimaan pajak hingga penyerapan tenaga kerja. Hal ini membuktikan bahwa program hilirisasi memiliki manfaat riil bagi perekonomian Indonesia, kendati perdebatan masih berlanjut.












