Blitar, Memo.co.id
Ironi Dana Desa di Blitar. Damar Waterpark di Desa Umbuldamar, Kecamatan Binangun, yang dibangun dengan miliaran rupiah dari uang rakyat, kini menyisakan puing dan pertanyaan besar. Dinding penyangga fasilitas wisata yang dikelola BUMDes tersebut dilaporkan ambruk. Kerusakan ini bukan sekadar insiden, melainkan cerminan buram kualitas konstruksi yang bobrok pada proyek yang sejak awal sudah berdiri di atas tanah sejarah kelam korupsi.
Baca Juga: Dari Menu Sayur Tewel hingga Bau Amis, SPPG WR. Supratman Kota Blitar Jadi Sorotan Serius
Kondisi Damar Waterpark saat ini mengenaskan: tak terawat, telantar, ditambah dengan ambruknya struktur vital. Masyarakat Desa Umbuldamar sontak menuntut pertanggungjawaban atas proyek yang diresmikan pada 2019 tersebut.
Proyek Multiyears yang Cepat Lapuk
Baca Juga: Elim Tyu Samba: Tunas 3 TIDAR di Kota Blitar Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
Menurut keterangan Sekretaris Desa Umbuldamar, Maruwan, Damar Waterpark dibangun secara multiyears menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 dan 2019. Dana yang digelontorkan seharusnya menghasilkan aset unggulan desa. Namun, alih-alih PADes, yang tersisa kini adalah bangunan lapuk yang memicu kegeraman.
Seorang warga setempat, yang memilih anonim, menyatakan kekecewaannya. “Uang desa yang harusnya jadi berkah malah jadi monumen kegagalan. Bangunan baru hitungan tahun sudah ambruk. Ini jelas-jelas ada masalah serius pada mutu,” ujarnya tajam.
Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029
Kecurigaan masyarakat kian menguat mengingat proyek DD 2018 dan 2019 ini dilaksanakan saat desa tersebut sedang disorot karena kasus hukum.
Jejak Gelap Korupsi dan Dalih Longsor
Amblasnya dinding penyangga Damar Waterpark tak bisa dilepaskan dari rekam jejak pengelolaan dana di Umbuldamar.












