Harga minyak telah turun hampir 2% pada penutupan perdagangan hari Rabu di New York, AS. Penurunan ini dipicu oleh kembalinya kapal pengangkut peti kemas melalui Laut Merah, meskipun serangan terus dilakukan oleh Houthi Yaman.
Menurut laporan dari Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent turun sebesar US$1,42 atau 1,8% menjadi US$79,65 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami penurunan sebesar US$1,46 atau 1,9% menjadi US$74,11 per barel.
Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"
Maersk telah merencanakan untuk mengirim beberapa puluh kapal kontainer melalui Terusan Suez dan Laut Merah dalam beberapa minggu ke depan. Perusahaan asal Denmark ini sebelumnya sempat menghentikan sementara penggunaan rute tersebut akibat dari serangan yang terjadi.
Langkah ini diikuti oleh langkah serupa dari perusahaan CMA CGM Perancis, yang juga berencana melanjutkan pelayaran melalui Laut Merah setelah adanya penugasan dari satuan tugas multinasional untuk menjaga wilayah tersebut.
Baca Juga: Nathan Tjoe-A-On Memikat Netizen, Meski Timnas U-23 Kalah!
Callum Macpherson, seorang analis dari Investec, menyatakan, “Kita harus menunggu dan melihat apakah peningkatan patroli angkatan laut dan perubahan rute kapal akan mengurangi jumlah serangan.”
Serangan Houthi Yaman dan Langkah Maersk: Pengaruhnya terhadap Harga Minyak
Harga minyak di pasar Brent dan WTI sempat melonjak 2% setelah serangan dari Houthi Yaman. Ketika itu, pasar khawatir bahwa insiden tersebut akan mengganggu pasokan minyak.