Kediri, Memo
Diduga depresi usai dimarahi gurunya, seorang siswa di Kabupaten Kediri mengalami lumpuh. Siswa yang berinisial HMFU hanya bisa berbaring lemas di atas tempat tidurnya.
Dari keterangan orang tua, Mahmudi, beberapa hari yang lalu, awalnya HMFU mengalami depresi usai dimarahi gurunya di Madrasah tempat dirinya menempuh pendidikan. Anaknya merasa malu akibat dimarahi di hadapan puluhan teman-temannya. HMFU juga sempat jatuh pingsan di depan orang tuanya.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Dari kejadian tersebut, kondisi kesehatannya pun mulai menurun drastis, dan hanya terbaring ditempat tidurnya.
Siti khodijah ibunya, juga menuturkan, kondisi fisik anaknya semakin memburuk, setelah tubuhnya tidak bisa menerima asupan makanan. Anaknya hanya minum susu dan itupun harus dimasukkan lewat selang. Dirinya berharap, agar anaknya bisa sembuh dan hidup normal sehingga mampu melanjutkan sekolah lagi.
Selain itu, ia juga berharap ada langkah lanjut dari pemerintah untuk kesehatan anaknya.
Sementara, dari pihak sekolah memberikan tanggapan atas kondisi yang menimpa HMFU. Pihak sekolah membenarkan telah memarahi siswanya itu, karena dianggap mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Kepala sekolah MTS, Nina Hidayanti tak menampik salah satu gurunya, memarahinya. Menurutnya saat itu bocah dua belas tahun ini dianggap mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Terkait tanggung jawab sekolah, Nina juga mengatakan pihaknya telah menawarkan mediasi kepada keluarga, melalui orang tuanya. Hanya saja menolak dan menganggap sudah selesai. Sekolah juga telah memberikan tali asih, pihaknya sekolahan menolak jika dianggap menjadi penyebab utama atas kondisi yang dialami HMFU.
Lebih lanjut, selama ini siswa tersebut juga kerap mengeluh pusing ke wali kelasnya. Dari surat keterangan yang ditunjukan dari Puskesmas setempat, yang diterima sekolah akhir November di diagnosis mengidap penyakit Menengitis.
Pelajar berumur 13 tahun ini mengalami lumpuh, usai divonis mengalami peradangan otak oleh tim medis. Kini siswa tersebut, telah dilakukan perawatan di RSUD SLG Kabupaten Kediri untuk upaya penyembuhan.












