Blitar, memo.co.id
Kegiatan kesenian tradisional Tiban di Dusun Wonorejo, Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun, berubah duka setelah seorang warga Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo, Bambang Setiawan (39), meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal pada Sabtu malam (29/11/2025).
Baca Juga: PUPR Kabupaten Blitar Siapkan Jalan Aman untuk Pemudik, 14 Titik Kerusakan Jadi Prioritas
Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah korban mengikuti salah satu sesi tanding dalam acara Tiban yang banyak menarik perhatian warga sekitar. Seusai tampil, korban berjalan ke arah pinggir jalan untuk beristirahat. Namun, menurut keterangan saksi, Bambang diduga kehilangan keseimbangan saat melangkah di area yang gelap dan licin.
Korban kemudian terpeleset dan terjatuh ke bahu jalan. Nahas, dagu korban terbentur keras pada tumpukan kayu gelondongan yang berada di sisi jalan. Benturan tersebut membuat korban mengalami luka serius pada bagian dagu dan seketika tidak sadarkan diri.
Baca Juga: Gerindra Blitar Rangkul Media di Ramadan, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Publik
Warga dan panitia acara langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Korban dilarikan menggunakan kendaraan warga menuju RS Ngudi Waluyo Wlingi. Namun, meski sempat mendapatkan penanganan dari tim medis, dokter menyatakan Bambang telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Kapolsek Binangun melalui petugas piket mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan mendata sejumlah saksi. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan.
Baca Juga: Dini Hari Mencekam di Udanawu, Ledakan Petasan Lukai Dua Remaja
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Luka yang dialami korban konsisten dengan benturan akibat jatuh. Ini murni kecelakaan tunggal,” ujar petugas.
Sementara itu, keluarga korban menyampaikan bahwa mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih membawa pulang jenazah untuk segera dimakamkan di kampung halaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa area sekitar pelaksanaan kesenian rakyat yang biasanya dipadati penonton perlu diperhatikan aspek keselamatannya, terutama penerangan dan kondisi jalur keluar-masuk penonton.
Acara Tiban sendiri merupakan tradisi masyarakat setempat yang kerap digelar pada momen tertentu dan selalu menarik antusiasme warga. Namun, insiden ini membuat suasana meriah berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga yang menyaksikan peristiwa tersebut.**












