Namun berkat kekompakan warga, sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian api sudah berhasil dijinakkan. Diperkirakan memakan waktu kurang lebih hampir 30 menit.

” Saat mobil pemadam tiba di lokasi api sudah berhasil dipadamkan warga. Sehingga petugas pemadam hanya mendinginkan sisa api yang masih menyala di sela kerangka atap dan kasur ,” ujar Ketua RW 06, Darminto saat ditemui di tempat kejadian.
Sementara saat ditanya penyebab terjadinya kebakaran menurut Darminto dipridiksi berasal dari Konsleting listrik.
Baca Juga: 6 Tahun Jalan Desa Jeblok, Warga Tempel Nekat Gelar Aksi Tanam Ratusan Pohon Pisang Di Jalan

Untuk diketahui, dengan kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Hanya kerugian materiil ditafsir mencapai Rp 10 juta.
Baca Juga: Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya....
Kerusakan akibat amukan si jago merah terdata diantaranya atap rumah hampir 70% ludes jadi arang. Termasuk barang berharga lainnya seperti tempat tidur, pakaian serta dokumen penting milik korban juga ikut terbakar.

” Kerugianateriil ditafsir mencapai sepuluh juta,” ucap Bambang Kasun Bulakmiri.
Diinformasikan juga bahwa pada saat kejadian itu kondisi jalan persis di depan rumah korban rame berkumpulnya puluhan warga sedang melaksanakan kegiatan agustusan. Sehingga dengan peristiwa itu spontan bisa teratasi. ( Adi)












