Example floating
Example floating
Home

Demi Nazar, Dua CPNS Nekat Jalan Kaki Gresik-Tuban! Perjalanan 3 Hari Penuh Tantangan

Avatar
×

Demi Nazar, Dua CPNS Nekat Jalan Kaki Gresik-Tuban! Perjalanan 3 Hari Penuh Tantangan

Sebarkan artikel ini

MEMO – Dua pemuda asal Jawa Timur menjalani nazar unik dengan berjalan kaki dari Gresik ke Tuban setelah dinyatakan lolos sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Mahkamah Agung. Kedua pemuda tersebut adalah Muhammad Syahrul Khoir (27), warga Gresik, dan Bayu Ermaya (23), asal Kecamatan Bancar, Tuban.

Perjalanan penuh perjuangan ini mereka mulai pada Selasa (18/2/2025) dan berhasil tiba di Tuban pada Kamis (20/2/2025). Keesokan harinya, Jumat (21/2/2025), mereka melanjutkan perjalanan menuju kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Tuban untuk menuntaskan nazar mereka.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

“Kami menjalankan nazar ini sebagai bentuk syukur setelah diterima sebagai CPNS di Mahkamah Agung. Alhamdulillah, setelah tiga hari perjalanan penuh tantangan, akhirnya kami sampai di Tuban,” ungkap Syahrul, Jumat (21/2/2025).

Dalam ajaran Islam, nazar merupakan janji yang dibuat seseorang kepada Allah SWT untuk melakukan suatu perbuatan tertentu sebagai tanda syukur atas doa yang dikabulkan. Perjalanan panjang ini menjadi wujud rasa terima kasih mereka atas kesempatan menjadi bagian dari Mahkamah Agung.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Selama tiga hari berjalan kaki, mereka menghadapi berbagai rintangan, mulai dari cuaca panas yang menyengat, hujan deras, hingga rasa lelah yang luar biasa. Namun, di tengah perjalanan, mereka juga merasakan kebaikan dari masyarakat sekitar.

“Di Lamongan, banyak warga yang dengan sukarela memberikan kami makanan dan minuman. Ini menjadi pengalaman berharga yang tak terlupakan,” ujar Syahrul.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Awalnya, perjalanan ini dilakukan oleh empat orang, namun dua rekan mereka memutuskan berhenti di tengah jalan karena kelelahan. Meski demikian, Syahrul dan Bayu tetap berpegang teguh pada komitmen mereka dan menyelesaikan perjalanan hingga tujuan akhir.

Bahkan, setelah menyelesaikan nazarnya, Syahrul berencana kembali ke Gresik dengan berjalan kaki sebagai bagian dari pengabdian dan rasa syukurnya. Ia juga berharap setelah resmi bertugas sebagai CPNS, dirinya bisa ditempatkan di daerah yang dekat dengan tempat tinggalnya.

“Saya berharap bisa mendapatkan penempatan yang tidak terlalu jauh dari rumah. Itu harapan terbesar saya setelah lolos seleksi ini,” kata Syahrul menambahkan.

Sementara itu, Bayu Ermaya menegaskan bahwa perjalanan ini bukan hanya soal menepati nazar, tetapi juga menjadi simbol perjuangan untuk meraih impian.

“Saya sudah dua kali mencoba seleksi CPNS. Berkat doa orang tua dan usaha yang sungguh-sungguh, akhirnya saya berhasil diterima di Mahkamah Agung tahun ini,” ungkap Bayu, lulusan Universitas Brawijaya Malang.

Kisah inspiratif mereka membuktikan bahwa kesuksesan tidak datang dengan mudah, tetapi harus diperjuangkan dengan penuh kesabaran dan ketekunan.