Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Politik Birokrasi

Dedi Mulyadi Kritik Keras Birokrasi dan Pendidikan Jawa Barat, “Jangan Bodohi Murid”

A. Daroini
×

Dedi Mulyadi Kritik Keras Birokrasi dan Pendidikan Jawa Barat, “Jangan Bodohi Murid”

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi Kritik Keras Birokrasi dan Pendidikan Jawa Barat, Jangan Bodohi Murid

Ia juga mengkritik kebijakan studi tur yang menurutnya hanya menjadi ajang pemerasan terhadap orang tua siswa. “Hari ini bikin grup ekstra kelas, bikin seragam, bikin motornya sama. Setelah itu bikin iuran. Setelah itu bikin memori memorinya dalam buku foto di foto yang dibuat dalam album harganya Rp300.000 sampai Rp500.000 untuk sebuah memori memori penuh kepalsuan yang melahirkan penderitaan bagi ibu dan ayah,” ungkapnya.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya membangun hubungan emosional antara guru dan murid, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. “Manusia yang bermemori adalah manusia yang tidak mau meninggalkan ruang kelasnya. Karena ruang kelas itu adalah ruang spiritualitas, ruang pendalaman,” jelasnya.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Ia juga menyoroti pentingnya peran intuisi dalam kepemimpinan. “Saya hari ini bekerja itu dengan intuisi. Saya tidak mau saya dijadwal oleh bagian protokol. Mau saya kenapa? Karena alam ini berubah dalam setiap hari. Saya harus subuh itu harus sudah bisa membaca pagi ini apa ya?” ujarnya.

Dedi Mulyadi mengajak para kepala sekolah untuk mengubah pola pikir dan tidak lagi “membodohi murid.” Ia menginginkan murid-murid Jawa Barat yang “cageur, bageur, benar, pintar, singer.” “Jadi kita nih jangan dibiasakan hari ini kalau anak kita mengalami kesulitan, semua orang turun untuk menyelesaikan. Jangan. Biarkan kesulitan itu diselesaikan oleh dirinya sendiri,” pungkasnya.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini