“Setiap pekan kami berbagi sembako secara bergantian di kelurahan-kelurahan. Jumat depan giliran Kecamatan Kepanjen Kidul,” jelas Heru di sela acara ramah-tamah yang diakhiri dengan santap malam sate dan gule kambing.
Yang menarik, di penghujung orasi Heru menyampaikan pesan misterius.
Baca Juga: Publikasi Media Terjun Bebas, Sinergi Pemkab Blitar dan Pers Dipertanyakan
“Kita tetap lakukan bhakti sosial. Kita tetap mengabdi kepada warga Kota Blitar… namun para Komando dan anggota STI, jangan lupa akhir tahun ini,” ujar Heru disambut riuh tepuk tangan dan teriakan semangat.
Meski tak dijelaskan secara gamblang, seruan itu seolah menjadi kode. Ratusan anggota langsung menjawab serentak,
“Akhir tahun kita siap! Tunggu komando!”
Baca Juga: Polemik SDN Tlogo 2 Blitar Jadi KDMP Bupati Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama
Saat dikonfirmasi usai acara tentang makna instruksi akhir tahun, Heru memilih menjawab diplomatis.
“Kami berangkat sebagai relawan tanpa kontrak politik, kami berjuang dari hati. Tahu sendiri, massa saya besar. Yang jelas Mas Ibin orangnya baik dan kami akan kawal programnya agar masyarakat Kota Blitar lebih baik. Soal akhir tahun, anggota saya sudah paham. Satu komando, tinggal tunggu perintah saya,” ujarnya penuh makna.
Baca Juga: Dibekukan PCNU, MWC Sutojayan Justru Banjir 1.000 Jamaah di Pengajian Ahad Pon!
Dengan pernyataan itu, publik kini dibuat bertanya-tanya ada apa dengan akhir tahun 2025 ini?
Apakah sekadar kegiatan sosial besar, atau sinyal pergerakan politik baru?
Waktu yang akan menjawab.
Sementara itu, Komando Putra Sang Fajar tampak tetap solid dan siap bergerak satu aba-aba, satu langkah, satu komando.**












