Example floating
Example floating
Peristiwa

Dampak Gempa Bumi Bantul 6,4 Magnitudo di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat

Avatar
×

Dampak Gempa Bumi Bantul 6,4 Magnitudo di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Dampak Gempa Bumi Bantul 6,4 Magnitudo di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat

MEMO, Jakarta: Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dilanda dampak gempa bumi magnitudo 6,4 yang terjadi di Bantul, Yogyakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran telah mengambil langkah kesiagaan khusus, terutama di wilayah pesisir pantai, setelah guncangan gempa tersebut terasa cukup kuat di daerah tersebut. Wisatawan yang menginap di hotel sekitar Pangandaran pun berhamburan keluar mencari keamanan. Bagaimana kronologi gempa tersebut dan reaksi masyarakat setempat? Simak ulasan berikut.

Getaran Gempa Bantul Terasa di Kabupaten Pangandaran, Wisatawan Berhamburan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengakui bahwa wilayah mereka terdampak gempa bumi magnitudo 6,4 di Bantul, Yogyakarta pada Jumat (30/6/2023).

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Setelah gempa yang kuat terjadi, BPBD Pangandaran meningkatkan kesiagaan terutama di wilayah pesisir pantai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman, mengatakan bahwa mereka telah menurunkan personel dan berkomunikasi dengan instansi lain. “Kami terus memantau situasi di lapangan, terutama di pesisir pantai,” ungkap Untung dalam keterangan persnya pada Sabtu (1/7/2023).

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Menurut Untung, warga pesisir Kabupaten Pangandaran merasakan getaran gempa di Bantul tersebut. Bahkan, wisatawan yang menginap di hotel sekitar Pangandaran sampai keluar berhamburan.

“Gempa tersebut terasa cukup kuat di wilayah Kabupaten Pangandaran, termasuk di kawasan pesisir pantai dan tempat wisata. Laporan dari lapangan mencatat bahwa saat gempa terjadi, sejumlah wisatawan keluar dengan terburu-buru dari gedung hotel,” kata Untung.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Setelah gempa, Untung menjelaskan bahwa para wisatawan di Pangandaran kembali melakukan kegiatan seperti biasa.

Mereka keluar dari hotel karena khawatir terjadi bahaya.

“Memang guncangan gempa sangat terasa di Pangandaran, sehingga wisatawan keluar dari gedung hotel, tetapi hal itu tidak berarti mereka berhamburan untuk segera pulang,” ujar Untung.

BMKG: Gempa Bantul 6,4 Magnitudo Dirasakan hingga Jawa Barat dan Jawa Timur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bermagnitudo 6,4 di Bantul, Yogyakarta dirasakan hingga Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).

Guncangan yang luas terjadi ketika Lempeng Indo-Australia bertemu dengan Lempeng Eurasia.

“Guncangan yang luas ini disebabkan oleh lokasi dan kedalaman pusat gempa tersebut. Pusat gempa berada pada kedalaman 67 kilometer, di zona kontak antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan persnya pada Sabtu (1/7/2023).

Dwikorita menjelaskan bahwa zona tersebut pada dasarnya cukup lemah dengan kohesi rendah.

“Namun, sangat memungkinkan guncangan dari gempa ini merambat ke wilayah yang lebih jauh,” tambah Dwikorita.

Gempa bumi magnitudo 6,4 di Bantul, Yogyakarta, mengakibatkan dampak yang terasa hingga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Meskipun getaran gempa dirasakan cukup kuat, para wisatawan di Pangandaran kembali beraktivitas setelah khawatir akan bahaya yang lebih besar.

BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut disebabkan oleh pertemuan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia.

BPBD Pangandaran dan instansi terkait terus memantau situasi di wilayah pesisir pantai untuk mengantisipasi potensi bahaya pasca gempa tersebut.