Selain itu, Kementan menekankan pentingnya pelaporan kasus melalui iSIKHNAS, sistem informasi kesehatan hewan nasional. Platform ini memungkinkan peternak melaporkan kasus secara langsung sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Melalui pelaporan ini, tim kesehatan hewan bisa segera melakukan penyelidikan dan memberikan pengobatan kepada ternak yang terjangkit,” kata Agung.
Kementan juga mendorong pelaksanaan vaksinasi pada ternak sehat dengan pendekatan berbasis risiko untuk meminimalkan penyebaran lebih lanjut. Bagi peternak yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan dugaan kasus, pemerintah telah menyediakan layanan hotline WhatsApp di nomor 0811-1182-7889.
Menurut Agung, lonjakan kasus PMK yang terjadi pada Desember 2024 dipicu oleh cuaca ekstrem dan diperkirakan akan terus meningkat hingga puncaknya pada Maret 2025. Oleh karena itu, pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan menjadi krusial untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit.
Baca Juga: Satpol PP Kediri Asah Ketangkasan Anggota Satlinmas Kabupaten Kediri
“Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi antara pemerintah serta peternak, ancaman PMK bisa diminimalkan. Langkah ini penting untuk melindungi kesejahteraan peternak dan menjaga ketersediaan pangan nasional,” tutup Agung.












