“Dengan begitu karena itu diharap rasio begini di antara yang besar dan kecil tidak begitu berbeda,” ujarnya.
Awalnya, Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ihsan Priyawibawa memproyeksikan penerimaan pajak tahun 2022 ini akan capai Rp1.450 triliun sampai Rp1.485 triliun.
Baca Juga: Kas Negara 2025 Bakal Suram, Pajak Diprediksi Kembali Jeblok, Ekonomi Jadi Biang Keladi
Prediksi itu melebihi sasaran akseptasi pajak tahun ini yang dalam APBN sejumlah Rp1.265 triliun.
“Untuk penerimaan pajak sampai tahun akhir ini kami prediksikan dapat Rp1.450 triliun sampai Rp1.485 triliun,” kata ihsan dalam temu jurnalis di Jakarta, Jumat (27/5).
Awalnya, Kantor Staff Presiden (KSP) menggerakkan supaya Wajib Pajak selekasnya manfaatkan Program Pengungkapan Suka-rela (PPS) karena akan usai dalam 36 hari di depan pada 30 Juni 2022.
Deputi III Kepala Staff Kepresidenan RI Panutan Sulendrakusuma dalam info sah diterima di Jakarta, Rabu (25/5), menerangkan jika PPS yang ditata dalam Undang-Undang Harmonisasi Ketentuan Perpajakan (HPP) No 7/2021 itu membuat wajib pajak terlepas dari ancaman administratif dan pelindungan data tidak untuk dipakai dalam penyidikan, penyelidikan atau penuntutan.












