Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cermo, Arif Wahyudi, 32, mengatakan tradisi dongkrek ini menjadi salah satu cara lokal untuk mengusir pagebluk. Seperti diketahui, lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 tidak kunjung menghilang.
Dia menuturkan kegiatan ini sudah dilakukan beberapa hari terakhir. Ritual pengusir pagebluk ini mulai berlangsung dari pukul 23.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
“Kami keliling kampung dengan menggunakan alat musik. Ini bentuk ritual untuk mengusir pagebluk dari sini,” ujar dia.
Dalam ritual ini, kata dia, ada beberapa warga yang memerankan sebagai sosok mistis. Sosok tersebut dianggap sebagai pagebluk kemudian nantinya diusir dari kampung.
Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri
“Di desa ini ada lima kelompok yang melakukan ritual ini setiap malam. Kami berharap pandemi Covid-19 segera berlalu dan kehidupan kembali normal,” kata Arif.












