Menurut penjelasan dari Budayawan Jongkie Tio, perayaan tahun baru Imlek secara umum terbagi menjadi tiga bagian, yakni Imlek sendiri, upacara sembahyang kepada Tuhan, dan Cap Go Meh.
Perayaan Imlek biasanya identik dengan festival naga dan barongsai. Tarian naga, barongsai, musik tradisional, serta kembang api dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota
Cap Go Meh seringkali menjadi waktu berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan makan malam. Salah satu makanan khas yang disantap saat perayaan ini adalah tang yuan atau yuan xiao, yang juga dikenal sebagai lontong Cap Go Meh di kalangan masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Dengan demikian, Cap Go Meh bisa dianggap sebagai bagian dari serangkaian perayaan Imlek. Semoga penjelasan ini dapat membantu memahami perbedaan antara keduanya.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Cap Go Meh: Penutup Manis dari Perayaan Tahun Baru Imlek
Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, meskipun seringkali disatukan, sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Imlek, sebagai awal tahun baru China, diwarnai dengan doa, refleksi, dan pertemuan keluarga, sementara Cap Go Meh merupakan penutup yang kemeriahan.
Perbedaan esensial ini tercermin dalam tradisi dan makna masing-masing perayaan. Namun, keduanya tetap menjadi bagian penting dari budaya Tionghoa, memperkaya warisan budaya yang kaya dan beragam.
Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya
Dengan memahami perbedaan dan kesamaan antara Imlek dan Cap Go Meh, kita dapat lebih menghargai dan merayakan keberagaman budaya yang ada.