Harli menambahkan, fakta menarik terungkap bahwa Jaksa Jhon Wesli memiliki hubungan kenal dengan salah satu pelaku pembacokan berinisial APL alias Kepot. Komunikasi antara jaksa dan APL ini, menurut Harli, sebetulnya bertujuan untuk mencari informasi keberadaan Eddy, agar buronan tersebut secara sukarela memenuhi panggilan hukum untuk melaksanakan putusan pengadilan.
Namun, di luar dugaan, pertemuan tersebut justru berujung tragis. Jaksa Jhon Wesli dan ASN Asensio Silvanof Hutabarat malah menjadi korban pembacokan oleh pelaku. Saat ini, selain APL, Polda Sumatra Utara juga telah meringkus satu pelaku pembacokan lainnya berinisial SD alias Gallo.
Pihak kejaksaan kini tengah serius mendalami hubungan komunikasi antara Eddy Gurusinga dengan dua pelaku pembacokan yang telah diamankan. “Kami sedang mendalami apakah ada hubungan-hubungan komunikasi dan seterusnya antara pelaku yang DPO (Eddy) dengan diduga pelaku terkait pembacokan ini,” pungkas Harli, mengindikasikan upaya untuk mengungkap jaringan atau motif di balik insiden yang menghebohkan ini. Penangkapan Eddy diharapkan dapat membuka lebih banyak informasi mengenai benang merah antara kasus senjata api, pembacokan, dan pihak-pihak yang terlibat.












