Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Bunuhdiri dengan Sekali Tembakan, Kakek Ini Tidak Mati

A. Daroini
×

Bunuhdiri dengan Sekali Tembakan, Kakek Ini Tidak Mati

Sebarkan artikel ini
bunuh diri

bunuh diri

Blitar, Memo.co.id

Baca Juga: Sidang Korupsi Perangkat Desa Kediri Ungkap Skema Aliran Dana Haram Melibatkan Puluhan Camat

Kakek bernama Suwanto ( 58). warga Kelurahan Wlingi Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar nekad bunuh diri dengan cara sekali tembakan ke bagian pelipisnya. Tapi, tidak mati. Aksi bunuhdiri tersebut dilakukan di rmah korban di desa Wlingi, Blitar, saat tidak ada anggota keluarganya.

Kasubag Humas Polres Blitar AKP Eny Mayasari membenrarkan kejadian tersebut. Saksi pertama yang mengetahui aksi bunuhdiri dengan cara menembakkan ke arah mukanya sendiri tersebut, adalah Toni.

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

Toni adalah anak kandung Suwanto. Ketika terjadi, Topni mendengar ledakan tembakan kecil. Namun, Toni mengenal suara tersebut adalah letupan senangan angin yang ada di ruang tamu. Karena kaget dan merasa tidak ada orang lain di ruang tamu, Toni langsung mencari sumber suara tersebut.

Saat iutlah, dia melihat ayahnya sedang sakit dan tidak sadarkan diri dengan luka berdarah di bagian pipi sebelah kanan. Sedangkan di dekatnya terdapat senapan angin rakitan yang belum ada popornya berada di dekat kaki.

Baca Juga: Kepala Dinas Perhubungan Kediri Nizam Subekti Terima Suap 120 Juta, Eks Camat Pare Mengelak

Mengetahui kejadian ini, TONI langsung membangunkan ibunya. Kejadian tersebut juga dilaporkan ke Polsek Wlingi Blitar. Pihak keluarga bersama dengan petugas dari Polsek Wlingi kemudian membawa ANDI ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapat perawatan.

Diduga, kakek berusia 68 tahuh itu memang ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan senapan angin ke arah mukanya. Namun, karena senapan angin itu kurang memiliki daya tembus sebagaimana jenis tembakan yang dimiliki oleh orang tertentu, diapun tidak sampai mati. Kakek itu gagal mati ( dmr )