MEMO,Banyuwangi: BULOG Banyuwangi bergerak tegas menghadapi ancaman lonjakan harga beras yang mengkhawatirkan.
Dengan suplai belasan ton beras SPHP setiap harinya, mereka berusaha mengatasi potensi krisis pangan yang mungkin terjadi. Langkah proaktif ini menjadi benteng pertahanan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar.
Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi
Dengan Pasokan Belasan Ton Setiap Hari, Bulog Berantas Kenaikan Harga
Menyikapi potensi kenaikan drastis harga beras, Bulog Banyuwangi telah memutuskan untuk mengambil langkah proaktif dengan memasok pasokan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) dalam jumlah yang signifikan setiap harinya.
Dalam beberapa hari terakhir, lebih tepatnya sejak hari Senin lalu, Bulog Banyuwangi telah menyuplai puluhan ritel Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di berbagai wilayah Banyuwangi dengan sekitar belasan ton beras SPHP.
Stok 18,7 Ribu Ton Siap Jaga Stabilitas Harga Beras di Banyuwangi
Harisun, yang menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya Bulog untuk mencegah kenaikan tajam harga beras di pasar. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pasokan beras di RPK yang tersebar di Banyuwangi. Bulog juga berusaha mengendalikan situasi dengan mendistribusikan beras di pasar-pasar yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah.
“Dalam periode waktu baru-baru ini, kami telah memastikan pasokan beras ke ritel RPK, serta ke pasar-pasar yang dicatat oleh BPS dan pemerintah daerah. Jumlahnya berkisar antara 15 hingga 20 ton setiap harinya,” jelas Harisun pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2023.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Tak hanya itu, Bulog juga telah melakukan langkah-langkah proaktif dalam menghadapi ancaman kenaikan harga beras ini selama beberapa bulan terakhir. Operasi pasar beras telah dilaksanakan di 25 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Dalam operasi pasar tersebut, Bulog secara bergiliran menyediakan pasokan beras di dua kecamatan setiap harinya.
“Kami telah mengambil langkah awal dalam mengantisipasi situasi ini melalui operasi pasar yang kami lakukan secara bergiliran selama beberapa waktu terakhir,” tambah Harisun.
Untuk memberikan informasi lebih lanjut, saat ini stok beras di gudang Bulog Banyuwangi mencapai jumlah sekitar 18,7 ribu ton. Kuantitas ini diyakini akan mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Banyuwangi dalam jangka waktu 14 bulan ke depan. Dengan demikian, langkah-langkah proaktif yang diambil oleh Bulog diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah tersebut.
Upaya Bulog Banyuwangi Melindungi Pasokan dan Harga Beras
Dengan langkah-langkah tegas dan proaktif, Bulog Banyuwangi telah mengambil inisiatif untuk mencegah lonjakan harga beras yang berpotensi merugikan masyarakat.
Dalam upayanya, Bulog telah menyuplai belasan ton beras SPHP setiap hari ke ritel Rumah Pangan Kita (RPK) serta pasar-pasar yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah. Operasi pasar beras di berbagai kecamatan juga menjadi strategi untuk mengatasi situasi ini.
Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Harisun, menjelaskan bahwa tindakan ini telah dimulai beberapa bulan lalu, dengan operasi pasar beras di 25 kecamatan.
Stok beras yang mencapai 18,7 ribu ton di gudang Bulog Banyuwangi diyakini mampu menjaga kebutuhan pangan masyarakat Banyuwangi hingga 14 bulan ke depan.
Dengan demikian, langkah-langkah Bulog telah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari potensi krisis pangan dan kenaikan harga beras yang tajam.












