Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Budidaya Ikan Bioflok Kian Populer , Dinas Perikanan Kab Kediri; Solusi Lahan Terbatas Tingkatkan Produksi Lele

A. Daroini
×

Budidaya Ikan Bioflok Kian Populer , Dinas Perikanan Kab Kediri; Solusi Lahan Terbatas Tingkatkan Produksi Lele

Sebarkan artikel ini
Budidaya Ikan Bioflok Kian Populer , Dinas Perikanan Kab Kediri

KEDIRI, Memo

Tren budidaya ikan sistem bioflok menunjukkan peningkatan signifikan di Kabupaten Kediri. Metode inovatif ini menjadi pilihan utama bagi peternak ikan dengan keterbatasan lahan, menawarkan efisiensi dan potensi peningkatan produksi yang menjanjikan.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Masih Tersedia!! Daop 7 Madiun Beri Diskon Klas Eksekutif Saat Arus Balik Lebaran H+5

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, menjelaskan bahwa sistem bioflok standar, dengan diameter kolam 3 meter dan tinggi 150 cm, ideal untuk menampung 2.500 hingga 3.000 ekor ikan lele. Angka ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas lahan yang tersedia.

“Bioflok sangat cocok bagi pembudidaya dengan lahan terbatas. Selain efisien, sistem ini terbukti mampu meningkatkan produksi,” ujar Nur Hafid.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

Data menunjukkan tren positif pada produksi ikan lele di Kabupaten Kediri dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022, produksi tercatat 16.310 ton. Angka ini melonjak menjadi 16.391 ton pada 2023, dan mencapai 17.563 ton di akhir tahun 2024. Peningkatan ini tak lepas dari adopsi metode bioflok yang semakin meluas.

Nur Hafid juga menyoroti pentingnya pakan dalam budidaya bioflok. Pelet menjadi pilihan utama karena mendukung pertumbuhan ikan lele yang cepat, memungkinkan panen dalam waktu sekitar 3,5 bulan. “Asupan pakan harus diperhatikan agar hasil maksimal,” tegasnya.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Selain pakan, kualitas air kolam bioflok menjadi faktor krusial. Nur Hafid menekankan bahwa air keruh harus segera diganti untuk menjaga kesehatan ikan dan mencegah penyebaran penyakit, seperti cacar air. “Perawatan air di kolam bioflok sama pentingnya seperti kolam tembok. Rutin mengganti air dan menjaga kebersihan adalah kunci keberhasilan budidaya,” tambahnya.

Dengan adopsi metode bioflok ini, diharapkan produksi ikan air tawar di Kabupaten Kediri dapat terus meningkat. Selain itu, budidaya ini juga berpotensi memberdayakan masyarakat dalam sektor perikanan yang lebih ramah lingkungan. (Adv/Kominfo)