MEMO – Bologna menunjukkan mental baja dengan melakukan comeback luar biasa untuk mengalahkan AC Milan 2-1 dalam laga Serie A pada Jumat (28/2/2025). Kemenangan ini bukan hanya mengakhiri 17 pertandingan tanpa kemenangan melawan Milan sejak 2016, tetapi juga membawa Bologna naik ke peringkat keenam, sementara Milan merosot ke posisi kedelapan.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Santiago Gimenez hampir membuka keunggulan bagi Milan ketika melepaskan tembakan jarak dekat, namun bola melambung di atas mistar gawang.
Baca Juga: Drama San Siro! Milan Bangkit dari Ketertinggalan, Como Gigit Jari
Kesalahan hampir terjadi di lini belakang Milan setelah Malick Thiaw hampir mencetak gol bunuh diri akibat membelokkan umpan silang Benja Domínguez, tetapi bola hanya melewati tiang jauh. Kesalahan ini mengingatkan pada blunder yang sama saat Thiaw mencetak gol bunuh diri dalam kekalahan Milan dari Torino sebelumnya.
Di sisi lain, Bologna terus mengancam lewat peluang Dan Ndoye, yang gagal memanfaatkan umpan jauh Lewis Ferguson di dalam kotak penalti. Mike Maignan tampil gemilang dengan menggagalkan tembakan keras Domínguez dari luar kotak penalti.
Baca Juga: Bentrok Kontroversial! Tekel Brutal Warnai Hasil Imbang Arsenal vs Brentford
Terlepas dari tekanan Bologna, justru Milan yang lebih dulu memecah kebuntuan. Rafael Leão berhasil mengecoh kiper Lukasz Skorupski sebelum menceploskan bola ke gawang. Santiago Gimenez berperan besar dalam gol ini setelah memberikan umpan panjang dari Maignan yang diteruskan oleh Leão menjadi gol pembuka.
Bologna langsung memberikan respons cepat di awal babak kedua. Santiago Castro mencetak gol penyeimbang setelah menerima sundulan dari Giovanni Fabbian, memanfaatkan bola dari tendangan bebas Lorenzo De Silvestri.
Baca Juga: Persebaya Raih Hasil Imbang Kontra Persija di Laga Panas
Milan hampir kembali unggul setelah aksi individu Yunus Musah nyaris membuahkan hasil, namun penyelamatan heroik Skorupski menggagalkan peluang emas tersebut. Sementara itu, Bologna juga hampir mencetak gol spektakuler lewat Juan Miranda, tetapi tendangannya hanya membentur mistar gawang.
Pelatih Milan, Sérgio Conceicao, mencoba menambah daya serang dengan memasukkan Luka Jovic menggantikan Santiago Gimenez. Jovic langsung mendapatkan peluang emas setelah menyambut umpan dari Youssouf Fofana, namun sundulannya masih tepat mengarah ke kiper Bologna.
Pada menit ke-80, Nicolo Casale nyaris membawa Milan unggul kembali, tetapi sundulannya hanya mengenai tiang gawang. Dua menit kemudian, Bologna justru mencetak gol kemenangan melalui Dan Ndoye, yang sukses memanfaatkan umpan matang dari Nicolò Cambiaghi.
Gol tersebut membuat Stadion Renato Dall’Ara bergemuruh, menandai kemenangan penting bagi Bologna dalam perebutan zona Eropa. Tim asuhan Vincenzo Italiano kini telah memenangkan tujuh dari sembilan laga kandang terakhir mereka, menunjukkan performa impresif di markas sendiri.
Sementara itu, Milan semakin terpuruk setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Kekalahan ini semakin menjauhkan Rossoneri dari empat besar Serie A, yang menjadi target utama mereka musim ini.












