Terapi yang diberikan bertahap dan dukungan orangtua yang membantu Aqil untuk lebih dapat bagaimana mengekspresikan pikirannya dengan gambar. Yang selanjutnya membuatnya lebih percaya diri dan terbuka pada dunia luar.
Cerita dari Aqil sendiri juga menjadi sebuah novel oleh ibunya sendiri berjudul
“Wonderful Life” bahkan telah dibuat menjadi sebuah film yang diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Dari novel dan film diceritakan bagaimana Aqil awalnya sempat mendapat penolakan dari ibunya sendiri yang notabene adalah orang paling terdekat yang harusnya dapat dipercaya oleh Aqil, namun ibunya yang adalah wanita karir dan tumbuh dari keluarga yang berpendidikan seperti malu dengan keaadaan Aqil.
Setelah ibunya mulai membuka diri, dia baru sadar bahwa anaknya, Aqil adalah seniman cemerlang yang bakatnya tersembunyi. Dengan pelukan hangat dari ibunyaa, Aqil dapat menemukan caranya sendiri untuk membuka kembali masa depannya yang hampir tertutup rapat. Semua itu karena ada dukungan orang terdekatnya yang membantunya.
Maka dari itu Ayah dan ibu di rumah, jika anak kalian tidak dapat membaca ataupun menulis dan mungkin jika kalian mengatakan sesuatu namun anak lambat untuk mengerti, ingat! Jangan langsung memandang mereka sebelah mata. Jangan menghina mereka!
Dengan bantuan terapi dan dukukungan para orangtua lah yang dapat membantu anak disleksia. Siapa lagi yang dapat mereka minta tolongi selain orangtua? Siapa yang menjadi tempat keluh kesah mereka jika mereka dikucilkan di sekolah karena kekurangan mereka selain orangtua?.
Jadi para orangtua sayangilah anak anda meskipun mereka memiliki kekurangan. Perhatianlah pada mereka dan bantu mereka jika mereka kesusahan jangan ikut-ikutan memarahi mereka. Pasti anak-anak anda memiliki bakat terpendam yang akan dapat ditemukan dengan bantuan kalian dan perhatian kalian.












