Hingga peluit akhir berbunyi, skor 2-1 untuk kemenangan Bielefeld tetap tidak berubah. Para pemain Leverkusen tampak terpukul dengan kekalahan ini, sementara para pemain dan suporter Bielefeld merayakan kemenangan bersejarah ini dengan penuh suka cita.
Usai pertandingan, pelatih Leverkusen, Xabi Alonso, mengakui keunggulan lawan. Ia menyatakan bahwa Bielefeld bermain lebih baik dalam segala aspek permainan. “Tentu kami kecewa karena tim tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” ujarnya kepada Bundesliga Official.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Leverkusen yang harus mengubur impian meraih gelar DFB Pokal. Di sisi lain, Arminia Bielefeld berhasil melaju ke final dan memiliki peluang emas untuk mencetak sejarah baru di kompetisi ini.
Keberhasilan menyingkirkan Leverkusen semakin mengukuhkan status Bielefeld sebagai “pembunuh raksasa” di DFB Pokal musim ini. Sebelumnya, mereka juga berhasil menyingkirkan tim-tim kuat seperti Union Berlin, Freiburg, dan Werder Bremen. Kini, mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengangkat trofi bersejarah DFB Pokal.












