Lantaran tidak kuat menahan sakit akibat amukan teman – temannya, korban sampai harus pamit ke kamar mandi untuk buang air kecil. Korban dibiarkan tertatih – tatih beranjak menuju kamar kecil dengan menahan sakit.
Anehnya, hingga pukul 02.00 WIB dini hari, korban yang pamit ke kamar mandi itu tidak pernah kembali ke kamarnya lagi. Seorang santri yang juga pelaku mendapati korban dalam keadaan pingsan dan tidak sadarkan diri di kamar mandi dalam kedaan duduk berandar dinding kamar mandi.
Mengetahui kondisi korban tak sadarkan diri karena sakit bagian dalam akibat pukulan yang dilancarkan 16 pelaku, kemudian korban di bawa ke kamar. Baru sekitar pukul 05.00 WIB setelah solat subuh, oleh Anhar Rohman, salah satu pelaku bersama teman – temannya, korban dibawa ke Klinik Medika Desa Kranji.
Namun ketika tiba di klinik, diluar dugaan korban ternyata sudah dalam keadaan tidak bernafas alias meninggal. Korban diperkirakan sudah meninggal ketika masih di dalam kamar pondok. Begitu diketahui, barulah diantara para pelaku berinisiatif membawa korban ke Klinik Medika.
Berita meninggalnya salah satu siswa MTs At – Taqwa ini dilanjutkan ke petugas Polsek Paciran. Penyidik Polsek Paciran bertandang ke TKP dan melakukan pendataan. Didapati ada 16 siswa yang terlibat menganiaya korban hingga tewas.
Senin (12/12/2016) sekitar pukul 16.30 WIB, para pelaku baru tiba di Polres Lamongan. Keenam belas pelaku ini langsung digiring ke ruang pemeriksaan unit IV reskrim.
Para siswa ini ada yang masih mengenakan sarung dan baju seadannya yang mereka pakai saat diamankan polisi. Mereka dikawal salah seorang pengajar di Ponpes At – Taqwa hingga masuk ke ruang unit IV reskrim. (ed)












