Kediri, Memo
Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, memang menimbulkan bau tak sedap yang kerap dikeluhkan warga. Namun, bagi sebagian warga, lokasi itu justru membuka peluang usaha. Salah satunya adalah Devi, warga RW 03, yang membuka lapak nasi pecel dan tumpang di depan rumahnya.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Lapak saya di depan rumah, jadi saya manfaatkan saja buat jualan. Banyak yang lewat ke TPA, seperti pemulung, sopir truk, sampai petugas kebersihan, mereka sering beli makan di sini,” kata Devi saat dijumpai di rumahnya, Sabtu (2/8/2025).
Sudah tiga tahun Devi menjalankan usahanya. Meski bau dari arah TPA sering menyengat, terutama saat siang atau musim hujan, ia tetap bertahan karena usaha kecil itu menjadi sumber utama penghasilan keluarganya.
“Kalau nunggu pindah tempat, belum tentu ramai. Jadi ya tetap buka di sini meski baunya kadang bikin pusing,” lanjutnya.
Selain dirinya, warga sekitar juga ada yang memulung atau membuka usaha serupa. Devi berharap ada perhatian dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan usaha maupun pelatihan keterampilan, agar ekonomi warga sekitar TPA bisa tumbuh.
“Kalau ada pelatihan atau modal, kami bisa kembangkan usaha,” tutupnya












