
Lampung, Memo.co.id
Batu bertuliskan lafadz Allah, muncul dari bawah laut di tepi Pantai Tanjung Tua, Bakauni,
Lampung Selatan. Ketika air laut surut, ratusan warga ingin menyaksikan batu yang ada di
dasar pantai itu. Namun, saat air laut pasang, batu itu ikut tenggelam karena air laut
menutupi bibir pantai Tanjung Tua.
Di daerah tersebut, sebelumnya dikenal daerah persinggahan para wali yang membawa agama
Islam dari daerah Banten. Ya, tepatnya ulama dari banten membawa agama Islam ke POntianak. Daerah sekitar pantai Tanjung Tua, menjadi salah satu tempat mukimnya para penyiar agama. Ini dari litertur yang ada di internet.
Karena literateri itulah, Yodis, dari PETA ( peduli Pariwisata ) melakuan serangkaian penelitian yang dipusatkan di kawasan {Pantai Tanjung Tua. ” Saya amati satu per satu lokasi pantai itu. Sehingga, dia menemukan beberapa fosil serta batu bebatuan yang menurut saya agak beda,” katanya.
Yang menarik, muncul batu besar betrtuliskan lafadz Allah dari dasar laut di tepi pantai itu. Batu bertuliskan lafadz Allah itu akan terlihat jelas, setelah air laut menyusut.
Kepala Desa Bakauheni yang bernama Sahroni kepada wartawan menjelasakan, pihaknya secara pribadi akan membangun mushola di dekat penemuan batu.
Tujuannya selain menyediakan tempat bagi pengunjung untuk ibadah, juga ingin menghindari batu berlafal “Allah” tersebut terinjak atau terlangkahi pengunjung. (nu)












