Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Batalkan Pembangunan BLK Dinsosnaker Siapkan 2 Milliar Untuk Program Pelatihan

A. Daroini
×

Batalkan Pembangunan BLK Dinsosnaker Siapkan 2 Milliar Untuk Program Pelatihan

Sebarkan artikel ini

dewi-sartika

Kediri Memo.co.id

Baca Juga: Dua Kades di Kediri Nyaris Bentrok, Dituding Bawa Uang Suap Perangkat Desa, Kades Jabon Febriyanto Emosi

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kediri batal membangun gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dari anggaran bagi hasil cukai 2016. Dinsosnaker lebih memilih menjadikan anggaran sebesar Rp 2 miliiar tersebut menjadi Sisa lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) dengan berbagai alasan.

Selanjutanya Dinsosnaker Kota Kediri mengalihkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pelatihan kerja (Kursus) bagi warga kediri yang berminat , Diungkapkan Kepala Dinsosnaker Kota Kediri Dewi Sartika, sebenarnya dana pada tahun 2016 tersebut peruntukannya untuk pembangunan balai latihan kerja, namun karena ada bebrapa pertimbangan dana tersebut tidak dirserap.

Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan

“Jika kita membangun gedung BLK prosesnya masih panjang, sebab kebutuhan pembangunan tersebut masih membutuhkan biaya yang cukup banyak, dan itupun dalam satu kali pembanguan belum tentu bisa ditempati”ujarnya.

Selanjutnya, dana hasil cukai tersebut pada tahun 2017 akan dialihkan untuk pelatihan kerja (kursus) bagi warga yang berminat menekuni salah satu profesi, “Dari situ kita bisa memfasilitasi dengan sekaligus pembiayaan dalam kursus, mungkin itu akan lebih efektif dan langsuing bisa dirasakan oleh masyarakat” terangnya.

Baca Juga: Misteri Sosok Guru Dalam Skandal Manipulasi Naskah Ujian Dan Sistem CAT

Lebih lanjut, menurut Dewi Sartika, saat ini pihaknya mendata jumlah lembaga kursus yang ada di Kediri, sebab program ini melibatkan lembaga kursus yang nantinya akan menjadi mitra kerjasama dalam menampung para peminat dalam program ini.

“Kita siapkan per orang nilainya sekitar Rp 2 juta rupiah, nantinya uang tersebut langsung kita berikan pada lembaga kursus , sehingga para peserta tidak perlu lagi mengurus administrasinya, tinggal masuk saja”terangnya.

Dari data dinsonaker ada 20 program kursus tersebut diantaranya, kursus otomotif, publikrelation, garmen, kecantikan, kuliner, akupuntur, mengemudi dan lain-lain. Dinsos menargetkan sebanyak 1000 peserta dalam program ini, dan hingga saat ini pendaftar sudah mencapai 600 orang.(wing)