
Surabaya, Memo.co.id
Masuk kerja baru tiga bulan, sudah kriminal. Pemuda berinisial Abe, usia 22 tahun ini harus ngandang kantor polisi, setelah dia dilaporkan menggelapkan uang perusahaan uang hingga jutaan rupiah.
Tersangka Abe melakukan penggelapan dengan cara membuat laporan kiriman barang palsu, dengan bermodal pena kosong atau tanpa tinta.
Baca Juga: Integritas Harga Mati Perpajakan di Tengah Bayang-Bayang Korupsi Oknum Aparatur Negara
Tersangka menulis nota rangkap dengan pena kosong, dan menyerahkan lembar kedua ke pengirim. Selanjutnya, lembar ketiga dan keempat diserahkan ke administrasi perusahaan.
Lembar pertama menulis ulang menggunakan pena bertinta dan mengurangi berat barang dari pengirim. Uang yang disetorkan ke perusahaan lebih sedikit. Sementara selisih harga tersebut, dikantongi sebagai uang pribadi dan digunakan untuk pergi ke diskotik alias dugem.
Baca Juga: Tragedi Balita Jatuh dari Balkon Apartemen Jatinegara Akibat Ditinggal Orang Tua Sendirian












