Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Bank Mandiri Ungkap Faktor Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Alfi Fida
×

Bank Mandiri Ungkap Faktor Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Sebarkan artikel ini
Bank Mandiri Ungkap Faktor Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Melambat
Bank Mandiri Ungkap Faktor Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Melambat

MEMO

Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 akan melambat dibandingkan kuartal I-2024 yang mencapai 5,11%. Faktor-faktor seperti berkurangnya dorongan konsumsi masyarakat setelah Pemilu 2024, Ramadan, dan Lebaran, menjadi penyebab utama penurunan ini.

Penurunan Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2024

Tim ekonom Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 akan lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I-2024 yang mencapai 5,11%. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mengurangi dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa pada kuartal II-2024 tidak ada faktor signifikan yang mampu mendorong konsumsi masyarakat, yang merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal I-2024, konsumsi masyarakat didorong oleh aktivitas Pemilu 2024 serta masa Ramadan dan Lebaran.

“Kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah pada kuartal II karena bulan puasa dan Pemilu berada di kuartal I,” ujar Andry dalam konferensi pers daring pada Selasa, 14 Mei 2024.

Proyeksi rendahnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal II sebenarnya bertentangan dengan tren pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir. Misalnya, pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II mencapai 5,17%, lebih tinggi dari kuartal I yang hanya 5,04%. Pada tahun 2022, pertumbuhan kuartal II mencapai 5,46%, meningkat dari kuartal I yang sebesar 5,02%. Bahkan pada tahun 2021, pertumbuhan kuartal II mencapai 7,08%, padahal kuartal I mengalami kontraksi sebesar 0,69%.

Andry juga menambahkan bahwa perlambatan ekonomi Indonesia tidak hanya akan terjadi pada kuartal II, tetapi bisa berlanjut hingga kuartal III. Menurutnya, para pelaku ekonomi cenderung menunggu dan melihat susunan kabinet pemerintahan baru yang dipimpin oleh presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto, dan wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, yang akan dilantik pada Oktober 2024.

“Masih ada faktor wait and see meskipun bukan menjadi faktor dominan. Banyak yang menunggu berita tentang kabinet setelah pelantikan pada Oktober nanti,” jelas Andry.

Meskipun demikian, Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2024 masih bisa mencapai lebih dari 5%, tepatnya 5,06%. Angka ini sedikit lebih rendah dari proyeksi pemerintah yang sebesar 5,2%, tetapi sedikit lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2023 yang mencapai 5,04%.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024: Tantangan dan Harapan

Pada kuartal II-2024, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh lebih lambat dibandingkan kuartal I-2024. Faktor utama yang menyebabkan perlambatan ini adalah hilangnya momentum dari peristiwa Pemilu 2024 serta masa Ramadan dan Lebaran yang biasanya mendorong konsumsi masyarakat. Tanpa adanya faktor pendorong yang signifikan pada kuartal II, konsumsi masyarakat cenderung menurun.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini