Oleh karena itu, armada perahu karet menjadi tumpuan utama petugas untuk menjangkau titik-titik terdalam yang terisolasi. Selain faktor cuaca, luapan sungai yang melintasi kawasan tersebut juga diduga menjadi penyebab utama air cepat naik dan sulit surut dalam waktu singkat.
Hingga saat ini, titik pengungsian mulai dipadati oleh warga yang membawa barang seadanya. Petugas di lapangan terus memberikan peringatan agar masyarakat tidak memaksakan diri bertahan di dalam rumah jika ketinggian air terus merangkak naik.
Selain masalah keselamatan fisik, ancaman korsleting listrik juga menjadi perhatian utama. Petugas PLN bersama otoritas setempat berkoordinasi untuk memutus sementara aliran listrik di wilayah yang terendam guna mencegah terjadinya insiden tersengat arus listrik di tengah genangan.
Kebutuhan akan logistik, seperti air bersih, makanan siap saji, dan selimut, menjadi prioritas yang tengah diupayakan oleh pemerintah kota. Di sisi lain, monitoring terhadap prakiraan cuaca dari BMKG terus dilakukan secara berkala. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dalam waktu dekat, dikhawatirkan cakupan wilayah yang terendam banjir akan semakin meluas ke kecamatan lain di sekitar Serang.
Pemerintah Kota Serang menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh warga berada di lokasi yang aman. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memantau perkembangan debit air di pintu-pintu air strategis.
Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari jika curah hujan kembali meningkat secara mendadak.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
FAQ
Kecamatan Kasemen dilaporkan menjadi wilayah yang paling terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa titik.
Banjir dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi serta luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit air kiriman dan lokal.
Tim BPBD menggunakan perahu karet untuk menyisir pemukiman dan memindahkan warga ke lokasi pengungsian yang telah disediakan.
Warga diimbau segera mengungsi jika air terus naik, mematikan aliran listrik, dan mengamankan dokumen serta barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Hingga laporan terbaru diturunkan, fokus utama petugas adalah evakuasi dan belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.












