Pemerintah menyadari bahwa TPU Delta Praloyo bukan sekadar fasilitas umum, melainkan ruang sakral bagi masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada keluarga mereka.
Oleh karena itu, langkah teknis sedang dimatangkan untuk mengatasi masalah ini secara berkelanjutan agar tidak terus berulang setiap musim penghujan tiba.
Salah satu rencana strategis yang akan diambil adalah pembangunan tanggul di sepanjang bantaran sungai yang berbatasan langsung dengan area makam. Selain itu, pengerukan sedimen atau normalisasi sungai menjadi prioritas utama untuk memperlancar arus air menuju pembuangan akhir.
Upaya peninggian akses jalan internal di dalam makam menggunakan paving juga masuk dalam skema perbaikan guna memastikan kenyamanan para peziarah di masa mendatang.
Baca Juga: Lonjakan Kasus HIV TBC di Sidoarjo Menjadi Peringatan Serius Bagi Kesehatan Masyarakat
Persoalan banjir di Makam Delta Praloyo ini menjadi pengingat pentingnya integrasi antara drainase kawasan dengan sistem pengendalian sungai di Sidoarjo.
Masyarakat berharap agar realisasi pembangunan tanggul dan normalisasi dapat dilakukan secepat mungkin. Penanganan yang lambat dikhawatirkan akan merusak struktur tanah di area pemakaman dan mengganggu hak publik dalam mendapatkan layanan pemakaman yang layak dan terhormat.
Baca Juga: Satgas Pangan Polresta Sidoarjo Ungkap Produksi Beras Oplosan Bermerek SPG
FAQ
Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat debit air sungai di sekitar kawasan Lingkar Timur meluap dan masuk ke area pemakaman.
Untuk sementara, petugas akan mengarahkan pemakaman ke lokasi atau kavling yang lebih tinggi dan tidak tergenang agar proses penggalian lubang lahat tetap bisa dilakukan.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 20 sentimeter, yang cukup untuk menutupi sebagian besar akses jalan dan area nisan di dataran rendah.
Pemkab melalui dinas terkait berencana melakukan normalisasi sungai, pengerukan sedimen, serta pembangunan tanggul pelindung di sepanjang pinggiran sungai.












