Kawanan penculik diduga sebelumnya pernah berhubungan dengan keluarga korban. Beberapa SMS yang diterima kelurga korban berupa ancaman dan informasi sekilas tentang kasus penculikan tersebut. Bahkan, ada dugaan penculiknya sendiri mengirim SMS dengan nomor tidak dikenal. Isinya, bahwa dia melakukan karena suruhan.
Sebagaimana diberitakan Memo sebelumnya, kasus penculikan terjadi di Desa Karangnongko Kecamatan Poncokusumo Malang, menghebohkan Kota Malang. Seorang bbalita, diculik, pembantu rumahtangga disekap dan mulutnya diplester. Pelaku diduga lebih dari dua orang. Satu membawa mobil satunya lagi membawa sepeda motor. Keduanya masuk ke rumah tersebut mengaku tamu dan kenal dengan pemilik rumah. Satria dan Yuyun tidak ada di rumah. Yang ada hanya Jumaiyah, pebantu rumah tangga dan anaknya, Sabitha Mahfudiyah.
Karena berpenampilan menarik dan terlihat baik, Jumaiyah tidak curiga sedikitpun. Begitu dua tamu sudah masuk ruangan dalam, pembantu rumah tangga tersebut disekap. Mulutnya diplester sehingga tidak bisa berteriak apa apa. Sedang seorang balita yang berusia 3,5 tahun itu langsung dibawa lari.
Warga sekitar baru mengetahui kejadian tersebut setelah pembantu rumah tanga itu minta bantuan pada warga sekitar. Dengan kondisi tangan dan kaki terikat, korban berteriak meminta pertolongan. Cukup sulit teriakan korban diketahui warga karena lokasi rumah jaraknya cukup jauh dari permukiman penduduk. (yon)
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung












