NGANJUK, MEMO – Mohammad Bahrul Ilmi Arif siswa kelas X di SMAN 1 Pace Nganjuk, Jawa Timur mampu membawa nama harum sekolahnya. Itu setelah berhasil meraih juara 1 lomba melukis kaligrafi huruf Jawa yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk baru baru ini.
Bahrul panggilan akrabnya selain mendapatkan penghargaan berupa piala dan sertifikat, juga menerima uang pembinaan sebesar Rp 3 juta.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik
Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari bakat siswa itu sendiri juga peran motivator dari guru pembimbing yaitu ibu Farida Tri Utami, S.Pd dan Wahyu Dwi Agus Riyanti, S.Sn hingga menjadikan Bahrul sebagai ” sang juara”.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
Dikesempatan yang sama disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Pace, Endang Warniati, M.Pd menjelaskan aksara Jawa memiliki asal usul yang kuat kaitanya dengan masuknya pengaruh Hindu – Buddha ke Pulau Jawa. Dan juga dengan legenda Aji Saka sang pengarang huruf Honocoroko.
” Aksara ini diyakini merupakan turunan dari aksara Brahmi India, yang kemudian berkembang menjadi aksara Pallawa dan Kawi sebelum akhirnya menjadi aksara Jawa. Legenda Aji Saka, seorang pengembara yang konon berasal dari India, sering dikaitkan dengan penemuan aksara Jawa,” papar Endang Warniati.
Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa
Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk Dyah Puspita Rini bahwa lomba melukis kaligrafi aksara jawa merupakan salah satu lomba dalam rangka peningkatan budaya gemar membaca dan tingkat literasi masyarakat mulai dari pendidikan PAUD sampai masyarakat umum.

Aksara jawa sudah banyak ditinggalkan masyarakat. Lomba kaligrafi ini dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap budaya indonesia terutama budaya jawa.Lomba ini sekaligus dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Nganjuk yang ke 1088.
Untuk diketahui peserta lomba melukis kaligrafi diikuti oleh 60 peserta siswa/i SMA/SMK/MA negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Nganjuk.
” Harapan kami, semoga ke depan lebih banyak lagi kegiatan khususnya di bidang perpustakaan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat,” pungkas Dyah Puspita Rini. ( Adi )












