Jakarta, Memo
Anies Baswedan Dapat Penghargaan dari Singapura. Dari negara lain. Meski begitu, di dalam negeri, penghargaan yang diterima Anies Baswedan dipandang sebelah mata. Sikap nyinyir dan kurang bangga, disampaikan oleh lawan politiknya.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menyorot Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang tiba ke Singapura untuk terima anugrah Lee Kuan Yew Exchange Fellow (LKYEF) ke-72 dari Pemerintahan Singapura, Selasa (13/9). Anies, tiba ke Singapura sesudah ikuti rapat pleno informasi penghentian dari kedudukannya
“Sejauh penghargaan itu untuk perkembangan untuk Jakarta saya animo, tetapi jika penghargaan tidak berpengaruh pada ibukota, itu cuma pernghargaan individu Anies,” kata Gembong, Kamis (15/9).
Ia memandang, tiap penghargaan yang diterima Anies sepanjang masih memegang Gubernur DKI, sebaiknya berguna untuk warga. Karenanya, ia menanyakan faedah dari penghargaan yang diberi oleh Kota Singa itu.
Ditanyakan masalah Anies yang tinggal satu bulan kembali memegang sampai 16 Oktober kedepan? Gembong tidak menolaknya. Menurutnya, dalam kurun waktu satu bulan paling akhir ini, Anies semestinya dapat konsentrasi dalam kerjakan semua beberapa sisa tugas yang belum usai itu.
“Walau kita mememahami pak Anies ketika berada keadaan Covid-19. Tetapi dari perolehan yang ada, banyak yang masih kurang. Contoh dari sasaran DP 0 300 ribu unit, telah terwujud berapakah. Jika belum ya kan harus dipelajari,” katanya.
Hal sama disebutkan oleh Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra. Menurut dia, memang lumrah bila Anies memperoleh penghargaan dari instansi, lembaga atau wilayah tertentu. “Meskipun, kemungkinan benar ada dan dapat buat kebutuhan politik (Anies) seterusnya,” kata Anggara.
Ia menjelaskan, bukannya bertandang ke negara lain di satu bulan akhir periode kedudukannya ini, Anies seharusnya dapat konsentrasi pada tugas yang belum tersudahi. Ia minta, supaya Anies dapat tinggalkan peninggalan terbaik untuk DKI Jakarta dan meluapkan semua tenaga dan pemikirannya di situ.
Ditanyakan apa Anies telah melakukan? Anggara menampiknya. Menurutnya, dari kacamata PSI, ada beberapa tugas Anies yang perlu direvisi dalam beragam komunitas sah, terhitung dibuka ke khalayak lewat media. “Tetapi, menurut kami, agar warga yang dapat memandang sejauh ini baik atau tidak,” terang ia.
Awalnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, dijumpai pergi ke Singapura sesudah ikuti rapat pleno informasi penghentian dianya dan wakil ia. Lewat account resminya, Anies memperlihatkan penghargaan yang diterima menjelang satu bulan lengser.
Dia ucapkan terima kasih ke Singapura atas penghargaan terhormat itu. “Fellowship ini jadi sebuah tanggung-jawab besar, kami mengharap tetap bekerjasama,” kata Anies dalam account resminya.
Menurutnya, penghargaan yang sudah dilaksanakan lebih dari 30 tahun itu, sebagai gelaran yang mengundang figur dari banyak negara. Intinya, untuk merajut kerjasama dan diskusi dalam dengan beberapa pimpinan di Singapura. “Mereka (yang menerima) diputuskan dengan memerhatikan reputasi,” terang ia.
Ia menyebutkan, penghargaan itu diterima atas nama Indonesia. Ditambah, saat Singapura dan Indonesia, terutamanya Jakarta, mempunyai kemiripan sebagai pusat ekonomi yang bertetangga di Asia Tenggara.
Anies kenang kembali, faksinya mulai bekerja bersama dengan negara-kota itu, semenjak awalnya mulai bekerja sebagai gubernur. Mulai sejak itu juga, beragam korps-nya, kata Anies, dikirimkan ke Singapura untuk belajar dari jarak dekat berkenaan pembangunan tehnis infrastruktur kota. “Jakarta dan Singapura akan selama-lamanya bertetangga, karena itu telah selayaknya kita sama-sama belajar, bekerja bersama dan sama-sama menghargai,” papar ia.












