Example floating
Example floating
Peristiwa

Anak Perempuan 8 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Sampanahan

A. Daroini
×

Anak Perempuan 8 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Sampanahan

Sebarkan artikel ini
Tragedi Serangan Buaya di Sungai Sampanahan: Anak Perempuan 8 Tahun Diterkam

Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Sungai Sampanahan, Kotabaru, ketika seorang anak perempuan berusia 8 tahun menjadi korban serangan buaya.

Kejadian tersebut terjadi saat sang anak sedang bermain di tepi sungai bersama teman-temannya.

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

Dalam upaya mencuci kakinya, sang korban tak disangka-sangka terperosok dan diterkam oleh buaya yang telah mengintainya.

Berita ini menggemparkan warga Sampanahan dan memicu aksi pencarian intensif oleh Tim SAR dan partisipasi masyarakat setempat.

Baca Juga: Pasca Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan JPL 265 KM 172+762 Petak Jalan Kras–Ngadiluwih,PT KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Rambu Tanda Dahulukan Laju KA

Kejadian Mencengangkan: Anak Perempuan Diterkam Buaya di Sungai Sampanahan

Warga Sampanahan dihebohkan dengan berita tentang seorang anak perempuan yang diterkam buaya di Sungai Sampanahan, Jumat, 16 Juni 2023.

Korban bernama Raina Rahmah, berusia 8 tahun, mengalami serangan buaya di Sungai Desa Sampanahan Hulu, Kabupaten Kotabaru (16/06/2023).

Baca Juga: Motif Cemburu, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Rumah Pacar Hingga Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta

Pukul 21.15 WITA, Basarnas Banjarmasin menerima informasi kejadian tersebut dari kepala desa Sampanahan. Seorang anak diterkam buaya saat sedang bermain di tepi sungai.

Detail Kronologis Tragedi: Anak Perempuan Tenggelam Akibat Serangan Buaya

Menurut keterangan teman korban, pada sore hari itu, korban sedang bermain di tepi sungai desa Sampanahan bersama teman-temannya. Korban pergi ke tepi sungai untuk mencuci kakinya. Saat itu, saksi melihat buaya menyerang korban. Buaya menyeret korban ke tengah sungai dan tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Banjarmasin, Al Amrad, S.Sos., membenarkan laporan tersebut.

“Setelah menerima informasi, kami segera mengirimkan tiga personel dari Pos SAR Kotabaru dan tiga personel tambahan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotabaru untuk melakukan pencarian korban di lokasi kejadian,” jelasnya.