“Kami bersama tim SAR lainnya akan melakukan upaya pencarian maksimal dan berharap agar korban segera ditemukan,” tambah Al Amrad.
Sementara itu, Syahid, seorang warga Sampanahan, menjelaskan bahwa kejadian nahas itu bermula ketika anak perempuan tersebut sedang mencuci kakinya di sungai dan tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke sungai.
“Anak perempuan itu sedang mencuci kakinya di sungai dan tiba-tiba terpeleset dan diduga diterkam buaya. Sungai tersebut memang terkenal dengan adanya buaya. Beberapa orang melihat korban diseret oleh buaya. Buaya tersebut sudah mengintai anak tersebut,” ungkapnya.
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap anak perempuan yang diduga diterkam buaya masih dilakukan oleh tim gabungan SAR dan masyarakat.
Korban bernama Raina Rahmah, seorang anak perempuan berusia 8 tahun, telah menjadi korban serangan buaya yang mengguncang Sungai Sampanahan.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan bahaya buaya di daerah yang dikenal dengan adanya populasi buaya.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Tim SAR dan masyarakat setempat telah bergabung dalam upaya pencarian korban.
Semoga korban segera ditemukan dan peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi semua orang akan pentingnya keamanan di sekitar perairan yang berpotensi membahayakan.












