Example floating
Example floating
inspirasi

Anak Mandiri Bukan Kebetulan, Tapi Dibentuk Lewat 7 Cara Ini,  Orang Tua Wajib Tahu

A. Daroini
×

Anak Mandiri Bukan Kebetulan, Tapi Dibentuk Lewat 7 Cara Ini,  Orang Tua Wajib Tahu

Sebarkan artikel ini

Dengan memberi kesempatan, anak akan merasa bangga dan percaya diri saat berhasil mengatasinya sendiri. Menahan diri untuk tidak membantu adalah bentuk cinta yang lebih dewasa.

Latih Anak Mengelola Emosi

Menurut Daniel Goleman, kemandirian juga mencakup kecerdasan emosional. Anak yang tidak mampu mengelola emosinya akan sulit mengambil keputusan. Ajak anak mengenali dan memberi nama pada emosinya, seperti “marah” atau “kecewa.”

Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan

Dengan begitu, mereka belajar mencari solusi daripada melampiaskan amarah. Anak yang stabil emosinya akan lebih percaya diri menjalani hidup tanpa selalu bergantung pada validasi orang tua.

Apresiasi Usaha, Bukan Hanya Hasil

Carol Dweck dalam Mindset menekankan pentingnya growth mindset. Puji anak karena usahanya, bukan hanya hasilnya. Anak yang dipuji karena rajin berlatih piano, meskipun masih salah, akan lebih termotivasi daripada anak yang hanya dipuji ketika berhasil tampil sempurna.

Baca Juga: Awalnya YAKUZA MANEGES Kediri Telah Upayakan Restorative Justice dalam Kasus Kredit Fiktif Oknum Polisi

Pendekatan ini membuat anak berani mencoba hal baru tanpa takut gagal, membangun fondasi utama kemandirian.

Membesarkan anak mandiri bukan berarti membiarkan mereka sendirian. Ini tentang memberikan ruang yang cukup untuk mereka tumbuh, belajar dari kesalahan, dan membangun fondasi yang kokoh untuk menghadapi dunia.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa