Dengan memberi kesempatan, anak akan merasa bangga dan percaya diri saat berhasil mengatasinya sendiri. Menahan diri untuk tidak membantu adalah bentuk cinta yang lebih dewasa.
Latih Anak Mengelola Emosi
Menurut Daniel Goleman, kemandirian juga mencakup kecerdasan emosional. Anak yang tidak mampu mengelola emosinya akan sulit mengambil keputusan. Ajak anak mengenali dan memberi nama pada emosinya, seperti “marah” atau “kecewa.”
Dengan begitu, mereka belajar mencari solusi daripada melampiaskan amarah. Anak yang stabil emosinya akan lebih percaya diri menjalani hidup tanpa selalu bergantung pada validasi orang tua.
Apresiasi Usaha, Bukan Hanya Hasil
Carol Dweck dalam Mindset menekankan pentingnya growth mindset. Puji anak karena usahanya, bukan hanya hasilnya. Anak yang dipuji karena rajin berlatih piano, meskipun masih salah, akan lebih termotivasi daripada anak yang hanya dipuji ketika berhasil tampil sempurna.
Pendekatan ini membuat anak berani mencoba hal baru tanpa takut gagal, membangun fondasi utama kemandirian.
Membesarkan anak mandiri bukan berarti membiarkan mereka sendirian. Ini tentang memberikan ruang yang cukup untuk mereka tumbuh, belajar dari kesalahan, dan membangun fondasi yang kokoh untuk menghadapi dunia.












