Example floating
Example floating
Hukum

Lagi, Anak Kyai Diduga Cabuli Santriwati Berusia 14 Tahun, Melahirkan Di Puskesmas

A. Daroini
×

Lagi, Anak Kyai Diduga Cabuli Santriwati Berusia 14 Tahun, Melahirkan Di Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Lagi, Anak Kyai Diduga Cabuli Santriwati Berusia 14 Tahun, Melahirkan Di Puskesmas

Tuban, Memo 

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh anak kyai di Jawa Timur, kian terekspos, menyusul para korban yang mulai berani melaporkan kasusnya yang selama ini ditutup tutupi dan ditakuti keluarga pelaku. Kini, korban banyak mendapatkan bantuan dari aktifis wanita.

Baca Juga: Waspada Modus Baru Narkoba Cair Dalam Vape Incar Generasi Muda Indonesia

Setelah kasus kekerasan seksual di Banyuwangi dan Jombang yang ramai menjadi perbincangan publik, kini di beberapa daerah, kasus serupa mulai ditangani pihak aparat kepolisian. Korbannya rata rata santriwati berusia di bawah umur dan dititipkan orangtuanya untuk belajar agama di pondok Pesantren.

Seorang santriwati berumur 14 tahun di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, diduga jadi korban pencabulan anak kiai setempat. plaku yang berumur 21 tahun sebagai guru ngaji di Tuban.

Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa

Mengakibatkan, sekarang ini santriwati berinisial M itu tetap trauma karena hamil dan sudah melahirkan bayi lelaki di puskesmas pada Selasa (19/7/2022). Sampai sekarang belumlah diketahui siapa ayah biologis bayi yang dilahirkan itu.

“Telah kita tindaklanjuti dengan pengecekan beberapa saksi,” jelas Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta, Jumat (22/7/2022).

Baca Juga: Bonatua Silalahi Bedah 9 Poin Krusial dalam Salinan Ijazah yang Sempat Dirahasiakan

Anggota Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban sudah turun ke lokasi peristiwa mintai info saksi buat proses penyidikan. Kepolisian gagasan test DNA pada saksi untuk ketahui ayah biologis dari bayi itu.

“Team sudah bergerak dalam TKP, dan akan dilaksanakan (test DNA) bila itu perlu,” ungkapnya.

Kasus itu muncul sesudah Nanang Susanto, salah seorang tokoh warga di tempat menceritakan. Dia sampaikan ke-2 orang-tua korban cuma dapat pasrah menyaksikan anaknya dan takut memberikan laporan ke polisi.

Argumennya, disangka pelaku pemerkosaan pada korban itu ialah anak seorang kiai dusun pemilik pondok pesantren. Bahkan juga, semakin itu dipandang disegani warga setempat.

“Orang tuanya itu tidak berani melapor polisi, terus takut menuntut sang aktor, karena aktornya itu anaknya kiai yang paling disegani masyarakat daerah,” kata Nanang Susanto.

Selanjutnya korban sendiri diketahui sebagai santriwati yang tiap sore mengaji di ponpes punya orangtua dari pria yang diduga pelaku. Bahkan juga, satu tahun lalu korban bersama beberapa santri yang lain diharuskan menginap di ponpes.

“Beberapa santri harus menginap dan tidur di bangunan seperti aula begitu, santri laki-lagi tidurnya di bawah dan wanita tidur di lantai atas,” ungkapnya.

Nanang Susanto sampaikan, tindakan pencabulan yang diperhitungkan dilaksanakan oleh anak seorang kiai itu terjadi di saat korban menginap dan tidur di pondok pesantren.

Anak kiai yang diduga sebagai pelaku itu kerap jadi guru ngaji di pondok pesantren setempat. Dan kasus itu sudah jadi pembicaraan warga di tempat sampai korban alami trauma.

“Kasus pencabulan oleh putra dari kiai di kampungnya itu telah ramai diketahui beberapa orang,” ungkapkan Saji salah satunya tetangga korban.

Selanjutnya, beberapa petugas dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, sudah bertandang ke rumah korban.

Hal itu untuk menemani keadaan korban dan petugas siap mendampinginya. Sampai sekarang ini, anak korban diasuh orang tuanya karena sang santriwati lagi trauma atas peristiwa itu.