MEMO – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengumumkan bahwa aturan terkait pembatasan anak dalam menggunakan media sosial (medsos) ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (4/2/2025).
Menurut Meutya, regulasi ini lebih berfokus pada pembatasan pembuatan akun media sosial bagi anak-anak, bukan sekadar membatasi akses mereka terhadap internet. Saat ini, Kemkomdigi bersama berbagai pihak terkait tengah menggodok aturan tersebut agar dapat segera diberlakukan.
“Kami sangat berharap, sesuai dengan arahan Presiden, jika targetnya dua bulan, maka aturan ini bisa dirilis saat bulan puasa,” ungkap Meutya.
Dalam proses penyusunannya, aturan ini akan mengadaptasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Nantinya, regulasi ini bisa dituangkan dalam dua opsi peraturan, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) atau Undang-Undang baru.
“Kami memiliki beberapa opsi, Pak Ketua. Opsi pertama adalah melalui aturan PP, kemudian bisa diperkuat dengan peraturan menteri (Permen). Kami sedang mengeksplorasi berbagai kemungkinan, tetapi jika ingin segera diterapkan, PP menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Dengan aturan ini, pemerintah berharap dapat memberikan perlindungan lebih terhadap anak-anak di dunia digital, serta mencegah dampak negatif dari penggunaan media sosial tanpa pengawasan yang ketat.