Memo.co.id – Antusiasme masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Nahdliyin, kini memuncak seiring rencana kehadiran Presiden Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang akan digelar di Stadion Gajayana, Malang. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan simbol sinergi kuat antara pemerintah dan ulama dalam menjaga stabilitas nasional. Stadion legendaris di Kota Malang tersebut diprediksi akan berubah menjadi lautan manusia, di mana doa-doa untuk keselamatan bangsa akan dipanjatkan bersama oleh ribuan jemaah dan pemimpin tertinggi negara tersebut.
Kunjungan Presiden Prabowo dalam Syiar Satu Abad NU
Kota Malang tengah bersiap mencatatkan sejarah baru dalam kalender kegiatan nasionalnya. Puncak peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) yang dikemas dalam format Mujahadah Kubro ini menjadi sorotan utama karena konfirmasi kehadiran Presiden Prabowo. Bagi masyarakat Malang Raya, kehadiran Presiden di tengah-tengah jemaah Nahdliyin memberikan kesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah kemajemukan bangsa. Panitia lokal dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Malang bersama pengurus pusat telah bekerja ekstra keras selama sepekan terakhir untuk menyulap Stadion Gajayana menjadi tempat yang representatif bagi tamu VVIP dan puluhan ribu warga.
Baca Juga: 200 Becak Listrik Malang Hibah Presiden Prabowo Siap Percantik Kawasan Wisata Utama
Persiapan teknis di lapangan telah mencapai tahap final. Panggung utama yang megah dengan dominasi warna hijau dan putih khas NU sudah berdiri tegak, dilengkapi dengan sistem suara berkekuatan besar agar suara doa dan pidato kepresidenan dapat menjangkau seluruh sudut stadion hingga area luar. Protokol kesehatan dan keamanan kepresidenan (Paspampres) juga terlihat mulai melakukan sterilisasi area sejak H-2 acara. Koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri di tingkat daerah pun ditingkatkan untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang terganggu, mengingat massa yang hadir berasal dari berbagai penjuru Jawa Timur.
Secara filosofis, Mujahadah Kubro ini merupakan bentuk syukur atas perjalanan panjang satu abad NU dalam mendampingi bangsa Indonesia. Presiden Prabowo dijadwalkan akan memberikan orasi kebangsaan yang menekankan pada penguatan karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai religius dan semangat nasionalisme. Kunjungan ini juga dipandang sebagai langkah strategis pemerintah untuk terus merangkul organisasi keagamaan dalam menyukseskan program-orang strategis nasional. NU sebagai organisasi dengan basis massa terbesar di dunia memiliki peran krusial dalam menjaga moderasi beragama, sebuah poin yang kemungkinan besar akan disinggung oleh Presiden dalam pidatonya nanti.
Baca Juga: Sengketa Dualisme Yayasan STM Turen Malang Picu 2 Kelompok Saling Klaim Kepemimpinan Sah
Dari sisi manajemen kerumunan, panitia telah mengantisipasi membludaknya jumlah jemaah. Stadion Gajayana yang memiliki kapasitas terbatas tentu tidak akan mampu menampung seluruh antusiasme warga Nahdliyin yang datang dari luar kota seperti Pasuruan, Blitar, hingga Kediri. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Malang juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang cukup masif. Beberapa ruas jalan utama di sekitar stadion akan ditutup sementara untuk parkir bus-bus besar dan kendaraan pribadi jemaah. Layar monitor berukuran raksasa akan dipasang di beberapa titik strategis di luar stadion agar mereka yang tidak bisa masuk tetap bisa merasakan atmosfer khidmatnya acara.
Dampak ekonomi dari kehadiran Presiden Prabowo dan acara Mujahadah Kubro ini juga sangat dirasakan oleh sektor UMKM di Malang. Hotel-hotel di sekitar pusat kota dilaporkan telah penuh dipesan oleh tamu-tamu undangan dan rombongan jemaah. Para pedagang atribut NU, makanan, dan cinderamata khas Malang juga mulai memadati trotoar di sekitar kawasan stadion, menciptakan geliat ekonomi yang luar biasa bagi warga lokal. Pemerintah daerah menyadari bahwa acara skala besar seperti ini adalah peluang emas untuk mempromosikan pariwisata religi dan budaya di Malang.
Presiden Prabowo juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan singkat dengan kiai-kiai khos atau ulama sepuh NU di sela-sela acara. Pertemuan tertutup tersebut diharapkan dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi positif bagi kemajuan umat dan bangsa. Tradisi sowan atau bersilaturahmi dengan ulama memang sudah menjadi bagian dari gaya kepemimpinan Prabowo, yang selalu menekankan bahwa nasihat para kiai adalah kompas dalam menjalankan roda pemerintahan.
Hingga malam menjelang pelaksanaan, gladi bersih terus dilakukan dengan ketat. Pengaturan duduk jemaah pria dan wanita, jalur evakuasi, hingga posko kesehatan telah disiapkan dengan matang oleh ribuan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) yang menjadi garda terdepan pengamanan internal NU. Semua mata kini tertuju pada Stadion Gajayana, menanti momen saat bendera merah putih bersanding dengan bendera Nahdlatul Ulama, menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam suasana penuh keberkahan.
FAQ
Agenda utamanya adalah menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU dan memberikan pidato kebangsaan di hadapan jemaah.
Diprediksi puluhan ribu jemaah Nahdliyin dari Malang Raya dan sekitarnya akan memadati area stadion.
Pengamanan melibatkan ribuan personel gabungan TNI, Polri, Paspampres, serta ribuan personel Banser NU.
Ya, Jalan Tenes, Semeru, dan beberapa jalan akses ke Stadion Gajayana akan ditutup atau dialihkan untuk bus rombongan.












