Example floating
Example floating
BLITAR

Polemik SDN Tlogo 2 Blitar Jadi KDMP Bupati Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama

A. Daroini
×

Polemik SDN Tlogo 2 Blitar Jadi KDMP Bupati Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini
Polemik SDN Tlogo 2 Blitar Jadi KDMP Bupati Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama

Rencana alih fungsi sebagian lahan SDN Tlogo 2 di Kecamatan Kanigoro untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini tengah menjadi sorotan tajam pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca Juga: Tegakkan Kebenaran MWC Sutojayan Melawan! Konflik Internal NU Terang-Terangan

Dampak Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Terhadap Siswa

Bupati Blitar secara tegas menyatakan bahwa sektor pendidikan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan pembangunan infrastruktur ekonomi apa pun, termasuk proyek strategis seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Penegasan ini muncul merespons polemik penggunaan lahan SDN Tlogo 2, Kanigoro, yang rencananya akan dipangkas untuk fasilitas unit usaha desa tersebut. Menurut Bupati, setiap kebijakan pembangunan harus dilakukan dengan perhitungan matang agar tidak merugikan hak dasar anak-anak dalam mendapatkan lingkungan belajar yang layak.

Persoalan ini bermula ketika rencana perluasan pembangunan gerai KDMP menyasar area yang masih aktif digunakan sebagai fasilitas penunjang di SDN Tlogo 2. Hal ini memicu kekhawatiran dari wali murid dan tenaga pendidik yang takut ruang gerak serta kenyamanan siswa dalam belajar akan terganggu.

Baca Juga: Polres Blitar Kota Bagikan Cokelat di Hari Valentine, Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Lewat Operasi Keselamatan Semeru 2026

Bupati Blitar telah menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan dan pihak terkait untuk segera melakukan koordinasi mendalam guna memastikan bahwa operasional sekolah tetap berjalan normal tanpa hambatan fisik dari proyek konstruksi.

Dalam tinjauan lapangan terbaru, ditemukan fakta bahwa koordinasi antar-instansi sebelumnya dianggap belum maksimal, sehingga memunculkan persepsi bahwa sekolah akan digusur sepenuhnya. Namun, Bupati meluruskan bahwa fokus utama pemerintah adalah mencari jalan tengah atau win-win solution.

Jika pembangunan KDMP tetap dilaksanakan di area tersebut, maka pengembang wajib menjamin tidak ada kebisingan yang mengganggu jam pelajaran serta menjamin keamanan akses bagi 182 siswa yang menimba ilmu di sana.