- Ratusan warga dan pedagang mendatangi kantor SPPG Bandar Lor untuk menuntut pertanggungjawaban perusahaan secara langsung.
- Massa merasa dirugikan secara finansial setelah janji bisnis yang ditawarkan pihak pengelola tidak kunjung terealisasi sesuai kesepakatan.
- Aksi protes ini sempat memicu ketegangan di lokasi hingga pihak kepolisian turun tangan untuk melakukan proses mediasi.
Kronologi Aksi Protes Pedagang Terkait Dugaan Investasi Bodong
Suasana di kawasan Bandar Lor, Kota Kediri, mendadak riuh setelah puluhan warga yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Stasiun Pengisian Pusat Gadai (SPPG).
Massa yang merasa menjadi korban penipuan menuntut pengembalian uang serta kejelasan atas komitmen bisnis yang selama ini dijanjikan oleh pihak manajemen perusahaan tersebut. Dengan membawa berbagai atribut protes, para peserta aksi mendesak agar pimpinan perusahaan segera menemui mereka guna memberikan solusi konkret atas kerugian yang dialami.
Baca Juga: Bupati Kediri Salurkan Ratusan Alat Mesin Pertanian Modern Guna Dongkrak Produktivitas Petani
Keresahan warga ini bermula dari adanya program kerja sama yang ditawarkan oleh pihak SPPG Bandar Lor kepada para pedagang lokal. Dalam skema tersebut, warga dijanjikan keuntungan tertentu atau kemudahan modal yang nyatanya tidak berjalan mulus.
Salah satu peserta aksi mengungkapkan bahwa dirinya telah menyetorkan sejumlah uang, namun hingga batas waktu yang ditentukan, janji-janji manis dari pihak pengelola tak kunjung terbukti. Ketidakpastian inilah yang akhirnya memicu gelombang kemarahan warga hingga mereka memutuskan untuk mendatangi kantor tersebut secara massal.
Selama aksi berlangsung, orator dari perwakilan warga bergantian menyuarakan kekecewaan mereka di depan pintu masuk kantor. Mereka menganggap pihak manajemen sengaja menghindar dan tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan sengketa ini secara kekeluargaan.
Beberapa pedagang bahkan mengaku mengalami kesulitan ekonomi akibat modal usaha mereka tertahan di perusahaan tersebut. Mereka menuding pola yang dijalankan oleh pengelola memiliki indikasi kuat sebagai praktik penipuan yang menyasar masyarakat menengah ke bawah.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Aparat kepolisian dari Polres Kediri Kota segera bersiaga di lokasi untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis. Polisi berupaya menenangkan massa dan meminta perwakilan warga untuk masuk ke dalam kantor guna melakukan audiensi dengan pihak manajemen. Meskipun sempat terjadi adu mulut antara demonstran dan petugas keamanan internal, situasi perlahan dapat dikendalikan setelah pihak kepolisian memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
FAQ
Warga dan pedagang merasa tertipu oleh janji-janji bisnis dan investasi yang ditawarkan perusahaan namun tidak terealisasi.
Mayoritas korban adalah pedagang lokal dan warga sekitar kawasan Bandar Lor, Kota Kediri.
Polisi melakukan pengamanan ketat di lokasi untuk mencegah kericuhan dan memfasilitasi mediasi antara warga dengan pihak manajemen.
Massa menuntut pengembalian uang mereka secara utuh dan transparansi mengenai kejelasan bisnis yang mereka ikuti.












