Memo.co.id, PASURUAN – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah dataran tinggi Jawa Timur kembali memicu musibah bagi penduduk setempat. Kejadian memilukan berupa rumah warga di Gambiran Prigen Pasuruan ambrol akibat longsor dilaporkan terjadi setelah hujan deras mengguyur tanpa henti selama lebih dari lima jam. Kontur tanah yang labil ditambah beban debit air yang tinggi menyebabkan tebing di belakang pemukiman runtuh dan langsung menghantam struktur bangunan di bawahnya. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, sementara penghuni rumah terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman demi menghindari potensi longsor susulan yang masih mengintai di tengah musim penghujan yang tidak menentu ini.
Kronologi Rumah Warga di Gambiran Prigen Pasuruan Ambrol
Detik-detik Longsor Menghantam Pemukiman Prigen Suasana tenang di Dusun Gambiran, Desa Prigen, mendadak berubah mencekam saat suara gemuruh terdengar dari arah perbukitan. Peristiwa rumah warga di Gambiran Prigen Pasuruan ambrol akibat longsor ini terjadi pada sore hari saat sebagian besar penghuni sedang beristirahat. Hujan lebat yang terjadi sejak siang hari telah menjenuhkan lapisan tanah permukaan, sehingga kekuatan ikat tanah hilang. Material tanah bercampur batu kemudian meluncur bebas menimpa bagian belakang rumah salah satu warga hingga dinding bangunan tersebut roboh seketika.
Saksi mata menyebutkan bahwa sebelum tembok ambrol, sempat terdengar retakan kayu dan beton. Beruntung, penghuni rumah segera menyadari adanya tanda-tanda bahaya dan langsung berlari ke luar rumah sebelum material longsoran masuk ke dalam ruang utama. Kejadian ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi di wilayah Pasuruan Selatan yang memang memiliki topografi berbukit-bukit.
Kondisi Geografis dan Kerentanan Tanah di Pasuruan Kecamatan Prigen dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kemiringan lereng yang cukup curam. Secara geologis, wilayah Gambiran berada di kaki gunung yang memiliki lapisan tanah andosol yang subur namun sangat rentan terhadap erosi jika vegetasi penahannya berkurang. Bencana rumah warga di Gambiran Prigen Pasuruan ambrol akibat longsor menjadi pengingat keras akan risiko bermukim di zona rawan.
Baca Juga: Pengacara Bupati Jember Sarankan Wabup Djoko Susanto Tiru Kesantunan Bung Hatta 2026
[Image Alt: Kondisi bangunan yang rusak parah saat rumah warga di Gambiran Prigen Pasuruan ambrol akibat longsor.]
Banyak rumah di kawasan ini dibangun berhimpitan dengan tebing atau tegalan yang tidak memiliki dinding penahan tanah (plengsengan) yang standar. Ketika intensitas hujan melebihi ambang batas normal, tanah kehilangan kestabilannya. Para ahli geologi seringkali memperingatkan bahwa pemukiman di wilayah lereng memerlukan sistem drainase yang baik agar air hujan tidak meresap ke dalam rekahan tanah yang bisa memicu longsoran masif.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Tembelang Jombang Melibatkan 2 Kendaraan Mengakibatkan Korban Luka Berat
Evakuasi Mandiri dan Penanganan Tim BPBD Pasca kejadian, warga sekitar secara gotong royong melakukan evakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari dalam reruntuhan. Tak lama kemudian, personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan tiba di lokasi untuk melakukan asesmen. Area di sekitar rumah warga di Gambiran Prigen Pasuruan ambrol akibat longsor langsung dipasangi garis pembatas agar warga tidak mendekat, mengingat struktur bangunan yang tersisa sudah sangat rapuh dan rawan ambruk total.
Petugas juga memberikan bantuan darurat berupa terpal untuk menutupi bagian tanah yang terbuka agar tidak kembali tergerus jika hujan susulan turun. Selain itu, bantuan logistik berupa paket sembako dan peralatan tidur diberikan kepada keluarga yang terdampak. Saat ini, fokus utama adalah memastikan keamanan lingkungan sekitar karena retakan tanah masih ditemukan di beberapa titik di sekitar lokasi kejadian.
Mitigasi Bencana Jangka Panjang di Lereng Gunung Pemerintah desa setempat mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam. Kejadian rumah warga di Gambiran Prigen Pasuruan ambrol akibat longsor harus menjadi momentum bagi pemangku kebijakan untuk meninjau kembali tata ruang pemukiman di area rawan bencana. Pembangunan tanggul penahan atau reboisasi pada lahan-lahan gundul di atas pemukiman menjadi langkah yang tidak bisa ditunda lagi.
Diharapkan ada program relokasi atau penguatan struktur bangunan bagi rumah-rumah yang berada tepat di jalur rawan longsor. Kesadaran masyarakat akan tanda-tanda alam seperti air sumur yang tiba-tiba keruh atau munculnya rekahan pada dinding tanah harus terus ditingkatkan melalui simulasi bencana. Hanya dengan persiapan yang matang dan infrastruktur yang tangguh, risiko hilangnya harta benda dan nyawa akibat bencana alam dapat ditekan semaksimal mungkin.
FAQ
Penyebab utamanya adalah curah hujan ekstrem selama lebih dari 5 jam yang membuat kondisi tanah tebing di belakang rumah menjadi tidak stabil hingga memicu longsor.
Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini karena penghuni segera menyelamatkan diri saat mendengar tanda-tanda retakan tanah.
BPBD telah memberikan bantuan logistik darurat dan melakukan asesmen untuk menentukan langkah rehabilitasi atau pemberian bantuan stimulan renovasi rumah.
Ya, petugas mengimbau warga tetap waspada karena masih ditemukan rekahan tanah di sekitar tebing dan cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlanjut.












