Example floating
Example floating
DaerahPemerintahan

Keamanan Bus Trans Jatim Gresik Ditingkatkan Satlantas Polres Gresik Pasca Insiden Pelemparan Kaca

A. Daroini
×

Keamanan Bus Trans Jatim Gresik Ditingkatkan Satlantas Polres Gresik Pasca Insiden Pelemparan Kaca

Sebarkan artikel ini

MEMO.CO.ID – Merespons insiden perusakan fasilitas publik yang meresahkan masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik mengambil langkah proaktif dengan memperketat pengawasan terhadap operasional Bus Trans Jatim. Melalui pertemuan strategis di Terminal Bunder, petugas memberikan instruksi khusus kepada seluruh pramudi untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengubah pola berkendara menjadi lebih santun. Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen kepolisian dalam memulihkan rasa aman bagi ribuan warga yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya pada layanan bus antar-kota tersebut.

Upaya Preventif Polres Gresik Jaga Keselamatan Transportasi Publik

Ketegangan yang sempat menyelimuti jalur Pantura Gresik akibat aksi pelemparan kaca bus kini ditanggapi serius oleh otoritas keamanan. Insiden tersebut menjadi titik balik bagi pengelola transportasi dan kepolisian untuk merombak prosedur keselamatan di lapangan. Satlantas Polres Gresik menekankan bahwa keamanan transportasi publik tidak hanya bergantung pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada bagaimana awak bus memposisikan diri di jalan raya.

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro, para pengemudi diingatkan kembali mengenai tanggung jawab besar yang mereka emban. Polisi menegaskan bahwa perilaku mengemudi yang ugal-ugalan atau tidak menghargai pengguna jalan lain seringkali menjadi pemicu konflik sosial yang berujung pada aksi anarkis.

Berdasarkan aturan dalam UU Nomor 22 Tahun 2009, para driver diwanti-wanti bahwa kelalaian yang membahayakan nyawa orang lain dapat berujung pada sanksi pidana yang berat. Oleh karena itu, pengecekan rutin kondisi fisik kendaraan dan kesiapan mental pengemudi sebelum berangkat menjadi prosedur wajib yang tidak boleh ditawar lagi. Kedisiplinan ini diharapkan mampu meminimalisir gesekan dengan pengendara lain serta menjaga citra Bus Trans Jatim sebagai moda transportasi yang ramah.

Baca Juga: Lumbung Talenta Digital Jatim 100 Persen Siap Cetak Generasi Unggul Masa Depan Indonesia

FAQ

Satlantas memberikan edukasi disiplin kepada pengemudi bus dan memperkuat koordinasi dengan Dishub serta TNI untuk meningkatkan pengawasan di lapangan.

Evaluasi melibatkan Satlantas Polres Gresik, Dinas Perhubungan Provinsi Jatim dan Kabupaten Gresik, serta Denpom Kodam V/Brawijaya.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri di 110 atau melalui Hotline Lapor Kapolres (Cak Rama) di nomor 0812-8800-2006.

Insiden diduga dipicu oleh perilaku berkendara bus yang dinilai ugal-ugalan oleh pelaku, yang kemudian berujung pada tindakan anarkis pelemparan batu.