Blitar, memo.co.id
Kesabaran warga Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, akhirnya benar-benar habis. Selama dua hari terakhir, warga dari enam RT turun ke jalan memasang poster dan spanduk protes terhadap keberadaan peternakan ayam milik CV Bumi Indah yang diduga kuat menimbulkan bau busuk menyengat dan merusak kenyamanan hidup warga.
Aroma tak sedap yang berasal dari kandang ayam dan pengolahan limbah kotoran ayam itu diklaim warga telah berlangsung lama dan semakin parah. Bau tersebut tercium hampir sepanjang hari—pagi, sore, hingga malam—hingga membuat warga mual, pusing, dan sulit beraktivitas.
“Sudah tidak tertahankan lagi. Kami sudah cukup sabar. Hearing sudah berkali-kali, tapi selalu diabaikan bahkan dilanggar oleh pihak peternakan,” tegas Rifai, perwakilan warga, dengan nada geram.
Baca Juga: SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN
Warga menilai pengelola peternakan terkesan abai dan tidak memiliki itikad baik. Kesepakatan yang pernah dibuat dalam sejumlah pertemuan disebut hanya berhenti di atas kertas, tanpa tindakan nyata di lapangan.
“Persoalan ini sudah lama. Tapi tidak pernah ditangani serius, baik oleh pengelola maupun pemerintah daerah,” ujar Wahyunianto, warga RT 03/RW 01.
Baca Juga: KORMI Kabupaten Blitar Mulai Tancap Gas, Rakor Perdana Jadi Pondasi Awal
Menurut warga, dampak bau busuk paling dirasakan oleh enam RT yang lokasinya berdekatan dengan peternakan. Aktivitas sehari-hari terganggu; makan, istirahat, hingga beribadah tidak lagi nyaman karena udara tercemar bau kotoran ayam.












