Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Blitar

Gunakan DBHCHT, DKPP Kabupaten Blitar Lakukan Sejumlah Pelatihan Kembangkan SDM Tani

Prawoto Sadewo
×

Gunakan DBHCHT, DKPP Kabupaten Blitar Lakukan Sejumlah Pelatihan Kembangkan SDM Tani

Sebarkan artikel ini
IMG 20251124 WA0013

Blitar, Memo.co.id

Pemerintah Kabupaten Blitar terus mendorong kebangkitan sektor tembakau lokal melalui pendekatan ilmiah berbasis riset. Pada 2025 ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengarahkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan sosial, pelatihan petani, serta penelitian pemupukan bekerja sama dengan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) Kementerian Pertanian RI.

Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Ir. Setiyana, menjelaskan bahwa program DBHCHT tahun ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani. Selain pembangunan infrastruktur pertanian dan penyediaan sarana produksi, pemerintah juga menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi petani tembakau guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka terkait budidaya yang efisien.

“Bimtek ini mencakup budidaya, kemitraan, hingga penguatan kelembagaan. Salah satu kegiatan pentingnya adalah uji pupuk untuk menentukan dosis paling ideal bagi varietas tembakau lokal,” terang Setiyana, Sabtu 22 November 2025.

Ia menambahkan bahwa pengujian difokuskan pada varietas tembakau Selopuro, yang sejak lama menjadi ikon pertanian Blitar. Kegiatan riset dilakukan di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro—wilayah subur dengan sejarah panjang dalam produksi tembakau unggulan.

“Uji lapangan sudah selesai, kini kami menunggu hasil laboratorium dari BRMP TAS. Nantinya hasil riset ini akan menentukan dosis pupuk paling sesuai untuk varietas tertentu sehingga petani memiliki acuan yang jelas dan ilmiah,” imbuhnya.

Sejak 2021, DKPP Blitar telah bekerja sama dengan BRMP TAS dalam merakit dan melepas lima varietas unggul tembakau lokal, yakni Kalituri, Mancung, Lulang, Sedep, dan Kenongo. Peneliti BRMP TAS, Aji Pangestu, menyebut bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi pertanian berkelanjutan di Blitar.

Setelah melepas varietas unggulan, BRMP TAS memastikan ketersediaan benih dasar dan produksi benih sebar untuk lahan hingga 10 ribu hektare selama periode 2023–2024. “Target kami, dalam lima tahun ke depan petani di Blitar bisa memperoleh benih unggul secara berkelanjutan. Pada 2025 ini kami fokus pada bimtek perbenihan sekaligus riset pemupukan untuk dua varietas, yaitu Kenongo dan Lulang,” jelas Aji.

Dalam penelitian tersebut, BRMP TAS menanam tembakau di lahan satu hektare dengan kombinasi pupuk organik dan kimia untuk menentukan dosis paling efisien tanpa mengurangi kualitas daun.

Kecamatan Selopuro yang dikenal sebagai jantung tembakau Blitar memiliki sejarah panjang. Sejak masa VOC pada abad ke-17, daun tembakau dari kawasan ini telah diekspor ke Eropa karena kadar nikotin tinggi dan aroma khasnya. Kini, setelah DKPP berhasil memurnikan kembali varietas asli Blitar, harapan petani untuk mengembalikan kejayaan tembakau Selopuro kembali terbuka.

“Seluruh kegiatan ini adalah bagian dari strategi pertanian berbasis riset. Petani tidak lagi menebak-nebak dosis pupuk, tetapi menggunakan data ilmiah yang valid. Melalui program DBHCHT 2025, Pemkab Blitar ingin mewujudkan pertanian tembakau yang tangguh, produktif, dan berdaya saing,” tegas Setiyana.**

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini